Duniaekspress.com (29/9/2018)- Sedikitnya 30 orang tewas setelah tsunami kuat yang dipicu oleh gempa berkekuatan 7,5 SR menghantam sebuah kota di pesisir Indonesia pada hari Jumat.

Gelombang hingga 2m (6.6ft) tinggi menyapu Palu di pulau Sulawesi.

Video di media sosial menunjukkan orang-orang berteriak dan melarikan diri dengan panik dan sebuah masjid di antara bangunan yang rusak.

Baca Juga:

BMKG SEBUT GEMPA DONGGALA AKIBATKAN TSUNAMI SETINGGI 3 METER

Bulan lalu, serangkaian gempa bumi mematikan melanda pulau Indonesia Lombok, dengan yang terbesar, pada tanggal 5 Agustus, menewaskan lebih dari 460.

Operasi penyelamatan telah dimulai tetapi seorang menteri mengatakan pada hari Jumat bahwa komunikasi telah terganggu dan bahwa landasan di Palu rusak.

Seorang fotografer untuk kantor berita AFP di tempat kejadian mengatakan bahwa sejumlah orang telah tewas. Tidak jelas apakah kematian itu berasal dari gempa atau tsunami yang diakibatkannya.

Gempa bumi melanda bagian tengah Sulawesi pada kedalaman 10 km (6.2 mil) sebelum pukul 18:00 (11:00 GMT), kata Survei Geologi AS.

Peringatan tsunami dikeluarkan, tetapi dicabut dalam waktu satu jam.

Gempa Donggala

Sebuah masjid diterjang tsunami

Video drama tsunami yang menimpa Palu menunjukkan gelombang tinggi menyapu beberapa bangunan dan kemudian masjid besar yang miring di kota, sekitar 80km dari pusat gempa.

“Situasinya kacau, orang-orang berlarian di jalanan dan gedung-gedung ambruk. Ada kapal terdampar,” kata Dwikorita Karnawati, kepala badan meteorologi dan geofisika Indonesia.

Tsunami 2004 yang dipicu oleh gempa bumi di lepas pantai Sumatera Indonesia menewaskan 226.000 orang di seluruh Samudera India, termasuk lebih dari 120.000 di Indonesia.

Indonesia rentan terhadap gempa bumi karena terletak di Ring of Fire – garis sering gempa dan letusan gunung berapi yang mengelilingi hampir seluruh pelosok Pasifik.

Lebih dari setengah gunung berapi aktif di dunia di atas permukaan laut adalah bagian dari cincin itu.