Duniaekspress.com (30/9/2018)- Korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), bertambah menjadi 420 orang sebagaimana dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (29/9/2018) malam.

Kepala BNPB Wilem Rampangilei mengatakan, jumlah korban jiwa itu hanya mencakup Kota Palu, belum termasuk korban lain di Kabupaten Donggala dan Sigi. Baca juga: BNPB Sebut Korban Tewas akibat Gempa dan Tsunami di Palu 384 Orang Jenazah korban berada di rumah-rumah sakit dan sebagian sudah dijemput oleh keluarganya.

Baca Juga:

GEMPA DAN TSUNAMI PALU, SEDIKITNYA 30 ORANG TEWAS

https://duniaekspress.com/2018/09/28/bmkg-sebut-gempa-donggala-akibatkan-tsunami-setinggi-3-meter/

Willem menyebutkan, jumlah korban kemungkinan bertambah karena banyak reruntuhan gedung, seperti hotel besar, ruko, gudang, dan rumah, yang belum bisa disentuh pencarian.

“Kami kesulitan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung karena jalur jalan menuju Kota Palu banyak yang rusak,” kata Willem kepada Antara di Posko Satgassus Penanggulangan Bencana di halaman rumah jabatan Gubernur Sulteng, Jalan Moh Yamin Palu, Sabtu malam.

Mengenai kerusakan yang terjadi di Donggala dan Sigi, Willem mengatakan bahwa kerusakan di sana cukup signifikan, tetapi belum ada laporan mengenai korban dan tingkat kerusakan karena sulitnya komunikasi.

Saat ini prioritas utama satuan tugas khusus penanganan bencana di daerah-daerah tersebut adalah mencari dan menyelamatkan korban serta menangani pengungsi.

“Sampai malam ini, ditaksir 10.000 pengungsi yang tersebar di 50-an titik dalam Kota Palu. Mereka akan diberi bantuan tempat berlindung, makanan dan obat-obatan bagi yang sakit,” kata dia. [kompas]