Duniaekspress.com (3/10/2018)- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres berbicara dengan penuh semangat tentang salah satu krisis kemanusiaan terbesar yang terjadi pada saat ini yang menimpa minoritas Muslim Rohingya.

Pada kunjungan perdananya ke India pada hari Senin (1/10) Antonio Guterres menyerang pemerintah Myanmar mengenai “rasisme” dan penganiayaan terhadap masyarakat Rohingya dari negara bagian Rakhine.

Dalam pidatonya Guterres menyebut kejadian yang menimpa warga Rohingya adalah diskriminasi terburuk yang dia saksikan.

“Dalam pengalaman saya, saya belum pernah melihat komunitas yang begitu didiskriminasikan di dunia selain Rohingya.” katanya, seperti dikutip India today, Rabu (3/10/2018).

Baca Juga:

INILAH LAPORAN LENGKAP PBB ATAS KEBRUTALAN MILITER MYANMAR

Gutteres menjelaskan, masyarakat Rohingya tidak memiliki hak bergerak dan menghadapi pelecehan oleh polisi. Mereka bahkan tidak bisa bergerak ketika berada di Rakhine. Mereka tidak bisa menikah tanpa izin dan anak-anaknya tidak bisa sekolah ke Yangon.

Dalam pidatonya Guterres juga meminta India untuk memainkan peran utama dalam membawa perdamaian di wilayah Myanmar.

“India harus memberi tekanan pada Myanmar. Harus ada investasi, bukan hanya dalam rekonstruksi desa-desa Rohingya, tetapi juga dalam rekonsiliasi, menciptakan lingkungan bagi orang-orang ini untuk kembali. Dalam keadaan ini, mereka tidak dapat hidup dengan bermartabat bahkan jika mereka dikirim kembali,” katanya.

Baca Juga:

PBB MINTA PETINGGI MILITER MYANMAR DIADILI

Pada bulan lalu PBB memberikan laporan lengkap tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia di Myanmar, PBB mendokumentasikan kesaksian adanya “tindak perkosaan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap perempuan-perempuan Rohingya”.

Laporan lengkap -setebal 444 halaman dan dikatakan sebagai laporan terpanjang dalam sejarah PBB- diserahkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.