Duniaekspress.com (07/10/2018)- Kelompok oposisi di Suriah barat laut Idlib mengumumkan pada bahwa mereka telah mulai menarik senjata berat dari garis depan, sesuai dengan kesepakatan Turki-Rusia.

Naci Mustafa, juru bicara Front Nasional Pembebasan Suriah (NFL) yang berafiliasi dengan Free Syiria Army (FSA), mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu (6/10), bahwa kelompok-kelompok oposisi mulai menarik senjata berat mereka sesuai dengan perjanjian Sochi di mana Rusia dan Turki sepakat untuk menetapkan sebuah zona demiliterisasi.

“Senjata ringan akan tetap dan akan terus menggali parit sebagai langkah melawan kemungkinan serangan oleh rezim Suriah,” kata Mustafa.

“Penghapusan senjata berat sedang dilakukan dengan koordinasi pemerintah Turki,” katanya.

Baca Juga:

PEJUANG OPOSISI SURIAH PRO TURKI DUKUNG ZONA DEMILITERISASI

RUSIA TELAH MEMBUAT ZONA DEMILITERISASI DI IDLIB

Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, yang menjadi benteng oposisi terakhir Suriah.

Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” dari zona eskalasi de-Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.

Suriah baru saja mulai muncul dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tak terduga.