NASEHAT KEPADA SYABAB HT TERKAIT KEMENANGAN KHABIB

Duniaekspress.com (9/10/2018)- Khabib Nurmagomedov akhirnya berhasil mengalahkan petarung sombong dari Irlandia itu, Conor McGregor. McGregor yang rasis dan sombong itu harus membanyar mahal kesombonganya di atas ring, kontan dengan KO melalui kuncian brutal lewat cekikan dari belakang (rear naked choke) pada ronde keempat.

Memang bisa dibilang sesuatu yang cukup ganjil. Khabib yang seorang Muslim asal Dagestan, Rusia, mencatatkan sejarah sebagai atlet muslim pertama yang juara olahraga lintas ilmu bela diri yang berbasis di Amerika Serikat, negara yang paling phobi terhadap Islam sekaligus negeri paling rasis sepanjang masa.

Sebelumnya, si mulut sampah McGregor sangat lantang menghina Khabib. Bahkan sesuatu yang sangat tidak terhormat dilakukan McGregor ketika ia menawarkan minumar keras kepada Khabib yang muslim, tentu ini adalah penghinaan kepada Khabib dan agamanya.

Saat timbang badan pada Jum’at sebelumnya, McGregor si mulut sampah menghina Khabib, bahkan ia berusaha menendang Khabib. Perbuatan ini sungguh sangat tidak terpuji dan merusak citra olahraga. Dalam sesi konfrensi pers, Khabib berujar, “Saya manusia, bagaimana kalau dia berbicara tentang agama saya, negara saya, ayah saya..” dalam kesempatan itu juga ia berkata, “Ini adalah olahraga, bukan olahraga berbicara sampah.”

Baca Juga:

GEMPA LOMBOK DAN PALU: SIKAP MUKMIN DALAM MEMAHAMINYA

Terlepas dari cerita di atas, cerita yang membuat mendidih karena McGregor tidak menghargai agama lawannya dan sangat tidak manusiawi dengan merendahkan kehormatan lawannya seraya mengolok-olok ayah dan negaranya; namun ada saja yang memiliki sikap nyinyir. Dan sangat disayangkan ternyata yang nyinyir tersebut adalah oknum-oknum dari garakan dakwah, gerakan Islam.

Padahal rasa senang kaum muslimin dengan kemenangan Khabib adalah rasa senang yang sangat alami, walaupun tidak dapat dipungkiri ada faktor “agama” yang sangat terasa. Karena kesombongn McGregor dipahami bukan hanya kesombongan seorang petinju profesional, namun kesombongan yang berasal dari seorang rasis dan orang tidak menghargai keyakinan yang berbeda; atau kalau mau lebih tegas lagi McGregor telah menghina agama lawannya.

McGregor sangat menghinakan Khabib dan agamanya ketika McGregor dengan sengaja menyuguhkan khamar (wiski)  kepada seorang muslim yang agamanya sudah terkenal mengharamkan khamar. Tentu sikap ini tidak dapat diterima. Dan harusnya kaum muslimin juga merasa terpanggil untuk marah kepada si mulut sampah McGregor dan membela Khabib dalam masalah ini.

Baca Juga:

MCGREGOR SI PENGHINA ISLAM YANG DI K.O. KHABIB SANG PETARUNG BEBAS

Namun sangat disayangkan ada sebagian pemuda Islam malah memiliki sudut pandang yang berbeda hanya karena Khabib –menurut mereka bertarung bukan karena agama- bertarung karena faktor ekonomis. Ada lagi yang mengkritik kemenangan ini dan tidak merasa bahagia dengan kemanangan seorang muslim –terlepas bahwa ini even olahraga- atas
orang kafir, apalagi kafir tersebut terkenal sombong bahkan rasis dan merendahkan syariat Allah.

Padahal, kita wajib merasa bahagia dengan kemenangan seorang muslim, sekalipun itu dalam pentas olahraga, karena menyangkut wala’ dan harga diri muslim. Apalagi, hari ini, di tengah phobi Islam yang meningkat, kehadiran Khabib terasa sangan “mengobati” hati orang beriman. Lalu, orang yang dikalahkan adalah orang yang sombong, angkuh dan rasis.

Andai yang mengalahkan McGregor si mulut sampah adalah kafir/non muslim pula, maka secara alami hati ini akan senang manakala ada orang sombong, angkuh dan rasis mampu diberi pelajaran agar dapat menghargai sesama manusia ciptaan Allah dan tidak merasa di atas suku bangsa yang lain hanya karena ia berkulit putih. Karenanya, sudah sepantasnya para syabab senang dan bergembira atas kemenangan Khabib.[ayah_shalih]