Duniaekspress.com (10/10/2018)- Truk pertama bahan bakar yang dibiayai Qatar, dari tiga pengiriman, memasuki Jalur Gaza yang terkepung pada Selasa sore (9/10) melalui penyeberangan perbatasan Kerem Shalom (Karm Abu Salem).

Tiga pengiriman bahan bakar yang didanai Qatar diizinkan masuk ke Jalur Gaza oleh otoritas Israel untuk satu-satunya pembangkit listrik Gaza.

“Total enam truk yang membawa 450 liter bahan bakar diperkirakan akan memasuki Jalur Gaza hari ini, kata sumber dilapangan yang dikutip MEMO, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga:

KRISIS LISTRIK, RS TERBESAR GAZA AKAN BERHENTI BEROPERASI

GAZA DALAM ANCAMAN BAHAYA, KRISIS BBM KIAN MELANDA

Otoritas Palestina (PA) keberatan dengan langkah Qatar karena masuknya pengiriman bahan bakar tidak dilakukan dengan koordinasi dengan itu.

Kebutuhan listrik harian Gaza adalah antara 450 hingga 500 Megawatt. Namun, Gaza telah berjuang selama bertahun-tahun dengan kekurangan pasokan karena terbatasnya akses bahan bakar dan infrastruktur yang rusak.

Pada 2012, PBB memperingatkan bahwa Gaza bisa menjadi tidak bisa dihuni pada 2020 jika tren saat ini tidak diubah. Namun, dalam laporan lain yang dirilis pada bulan Juli 2017, PBB mengatakan bahwa “hidup untuk rata-rata orang Palestina di Gaza semakin bertambah buruk,” dan bahwa bagi mayoritas penduduk Gaza, wilayah itu mungkin sudah tidak layak.

Baca Juga:

MCGREGOR BERTERIMA KASIHLAH KEPADA ISLAM !

MCGREGOR SI PENGHINA ISLAM YANG DI K.O. KHABIB SANG PETARUNG BEBAS

Sebelumnya diberitakan, krisis bahan bakar di Jalur Gaza mengakibatkan terhentinya pelayanan kesehatan, seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan pada hari Ahad (16/9) bahwa layanan medis yang disediakan oleh rumah sakit terbesar di Jalur Gaza akan segera berhenti karena krisis listrik yang sedang berlangsung.

Medhat Abbas, direktur jenderal rumah sakit, mengatakan pada konferensi persnya memperkirakan hanya satu minggu bahan bakar tersedia untuk Rumah Sakit Al-Shifa Medical Complex, yang menyediakan layanan kepada setengah juta pasien per tahun

“Rumah sakit ini juga menyelamatkan nyawa ribuan orang Palestina yang terluka dalam pawai yang sedang berlangsung di pagar keamanan,” katanya.

Gaza menderita kekurangan listrik akut akibat pengepungan Israel yang dilakukan selama 11 tahun. Baik Mesir dan Otoritas Palestina telah mendukung penyumbatan dengan memberlakukan pembatasan lebih lanjut di Jalur Gaza.