Duniaekspress.com (9/10/2018)- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah tepatnya di Donggala dan Palu kembali membangkitkan empati berbagai elemen masyarakat khususnya Muslim.

Tidak sedikit berbagai NGO Muslim, kelompok kajian maupun perkumpulan profesi secara bersama menggalang dana dan memberikan langsung bantuan ke wilayah yang dilanda bencana tersebut.

Sebut saja Notaris Muslim Indonesia (NMI) dan Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI) yang secara rutin menggalang dana untuk membantu wilayah-wilayah di Indonesia yang sedang tertimpa bencana.

Kepala bidang Pengabdian Masyarakat Notaris Muslim Indonesia (NMI), Shinta Dewi menegaskan komitmen mereka untuk membantu korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu.

Khusus untuk NMI, Shinta menyatakan bahwa mereka secara rutin sudah menyisihkan setiap pekannya 50 ribu rupiah lewat Infak Jumat Notaris. Dan dari dana yang terkumpul itu sewaktu-waktu bisa mereka gunakan untuk membantu wilayah di Indonesia yang terkena bencana.

“Kepedulian kami tidak terbatas hanya terjadinya bencana di Palu. Sejak pertama kali dibentuk, NMI sudah berkomitmen untuk melakukan Amar Maruf Nahi Munkar dengan ghirah 212. Kami menggalang dana dimulai dari komunitas kami sendiri sesama notaris kemudian baru meluas ke pihak lain. Bahkan dari infak jumat notaris untuk Lombok sudah ada dua masjid yang bisa kita dirikan,” ungkap Shinta kepada wartawan Ahad kemarin (8/10/2018).

Baca Juga:

WMI DISTRIBUSIKAN 1,3 TON BERAS UNTUK GEMPA DAN TSUNAMI PALU

GEMPA LOMBOK DAN PALU: SIKAP MUKMIN DALAM MEMAHAMINYA

Terkait penyaluran bantuan ke wilayah yang tertimpa bencana, diakui oleh Shinta bahwa mereka juga berkerjasama dengan banyak pihak termasuk dengan Wahana Muda Indonesia (WMI), Hidayatullah dan AQL.

“Kemarin dari Lombok kami sudah kerja sama dengan WMI untuk hunian sementaranya dan kita fokus di situ dan di Palu pun akan demikian. Dan sejak awal kita berkomitmen tidak Hit and Run, seperti halnya di Lombok, kita terus membangun lingkungan dan untuk itulah kita setuju sekali dengan WMI yang punya konsep hunian sementara,” jelas Shinta.

Senada dengan Shinta, aktivis Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), Raikaty Soenoesi Panyilie, untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu, pihaknya juga berkerjasama dengan Wahana Muda Indonesia (WMI).

“KMKI akan tetap melakukan kerjasama dengan Wahana Muda Indonesia karena selama ini di Lombok kami kerjasama dengan mereka lewat program pembuatan rumah hunian sementara bersama dengan teman-teman di NMI. Kerjasama kami dengan personal WMI sudah lama terjalin sejak gempa Aceh, Padang kemudian Merapi dan terakhir Lombok. Jadi hubungan kami Insya Allah akan terus berlanjut,” ujar perempuan yang akrab disapa dengan Bu Katy ini.

Khusus untuk bencana di Palu, Katy menyatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan 3,5 ton beras, 100 dus mi instan, 500 dus air kemasan, dua generator beserta solar panel untuk kepentingan relawan. Untuk selanjutnya KMKI akan membawa tenda serta kebutuhan makanan untuk bayi.[]