Oposisi pro Turki berharap lebih kepada kesepakatan Sochi yang dicetuskan Istambul dan Moscow

Duniaekspress.com (10/10/2018)- Anggota kelompok oposisi yang pro kepada Turki pada hari Selasa (9/10) mengatakan, penarikan senjata berat oleh oposisi Suriah di barat laut Idlib membuktikan kepercayaan oposisi kapada Turki.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Yaser Ferhan, anggota dari Koalisi Nasional untuk Revolusioner Suriah dan Militer Oposisi, mengatakan penarikan senjata menunjukan keberhasilan aliansi yang dibuat oleh oposisi dengan Turki.

Pernyataan Ferhan datang sehari setelah oposisi Suriah dan kelompok anti-rezim lainnya menyelesaikan penarikan semua senjata berat mereka dari garis depan Idlib.

Baca Juga:

OPOSISI SURIAH PRO TURKI TARIK SENJATA BERAT DARI ZONA DEMILITERISASI

BASHAR TEGASKAN KESEPAKATAN SOCHI HANYA SEMENTARA

Dia mengatakan penarikan senjata dan fortifikasi Turki dari pos pengamatannya di Idlib akan memberikan banyak manfaat bagi orang-orang di wilayah tersebut.

Dia mengatakan bahwa langkah-langkah ini mencegah serangan lebih lanjut rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di wilayah tersebut.

Ferhan juga memuji perjanjian Sochi yang baru-baru ini ditandatangani antara Turki dan Rusia.

“Pelaksanaan perjanjian Sochi akan membawa keamanan bagi masyarakat di kawasan itu,” katanya.

Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng oposisi terakhir Suriah.

Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” dari zona eskalasi de-Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.

Baca Juga:

SNHR: 98 BOM BARREL TELAH DIJATUHKAN REZIM SURIAH

Sebelumnya diberitakan, Bashar Al-Assad mengatakan bahwa kesepakatan Sochi yang digagas antara sekutunya Rusia dan pendukung oposisi Turki adalah sementara, dan bahwa tujuan pemerintah untuk mengendalikan semua wilayah Suriah tetap sama.

Berbicara pada pertemuan Komite Sentral Partai Sosialis Arab Baath pada hari Ahad (7/10), Assad mengklaim bahwa rezim Suriah akan menggagalkan semua rencana asing terhadap negara itu.

“Kesepakatan itu adalah langkah sementara yang melaluinya negara yang telah merealisasikan banyak pencapaian di lapangan,” kata Assad seperti yang dikutip SANA.

“Posisi negara Suriah sudah jelas. Provinsi ini dan wilayah Suriah lainnya yang tersisa di bawah kendali teroris akan kembali ke negara Suriah,” tambahnya.