Narasi Ahlus Sunnah yang Paling Ditakuti musuh Islam

Duniaekspress.com. (12/10/2108). – Yaman – Al-Qaidah Semenanjung Arab (AQAP) merilis artikel dalam serial yang mereka namakan dengan Ma’rakatul Wa’yi (Pertempuran Penyedaran). Dalam serial perdananya, Al-Harb ‘ala Ahlis Sunnah (Perang Terhadap Ahlus Sunnah), AQAP menulis alasan mengapa Ahlus Sunnah senantiasa dimusuhi di setiap tempat, narasi Ahlus Sunah mana saja yang ingin dibungkam musuh Islam, serta bagaimana trik licik mereka melakukannya.

Abu Abdillah Al-Maafiri, penulis artikel tersebut menyebutkan bahwa musuh-musuh Islam sangat mengerti bahwa akidah Islam Ahlus Sunnah merupakan bahaya laten bagi eksistensi mereka. Akidah inilah yang mampu mendorong pasukan Islam untuk menghancurkan kekuasaan mereka. Oleh itu, bukan suatu mengherankan apabila mereka berusaha sekuat tenaga untuk membungkam akidah tersebut, termasuk membungkan orang yang berkeyakinan seperti itu.

Di antara akidah (narasi) penting Ahlus Sunnah yang membedakannya dengan yang lain yaitu: al-wala’ wa al-bara’, dan jihad fisabilillah.

AL-WALA’ WAL-BARA’ DAN JIHAD

Al-Wala’ merupakan penghapusan setiap ikatan geografis dan menjadikan ikatan Islam sebagai satu-satunya ikatan yang mengikat umat Islam di seluruh dunia. Tidak ada tempat bagi kebangsaan, nasionalisme, pengkotak-kotakan, dan fanatik jahiliah.

{وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yawg makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. QS. At-Taubah: 71

Sementara al-Bara’ yaitu membenci dan memusuhi kekufuran di setiap penjuru bumi. Sebagaimana firman Allah,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”. QS. Al-Mumtahanah: 4

Akidah berikutnya yaitu jihad, yang merupakan buah (aplikasi riil) dari akidah al-wala’ wal-bara’. Tujuan jihad dalam Islam bukanlah untuk memaksa seluruh manusia memeluk Islam. Tetapi untuk menghilangkan batu-batu sandungan yang merintang di hadapan dakwah Islam, dan menjadikan seluruh hukum, hegemoni, dan kekuasaan di dunia ini hanya tunduk kepada Islam. Atas alasan inilah musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk membungkan akidah Ahlus Sunnah.

LANGKAH-LANGKAH MUSUH MEMBUNGKAM AKIDAH AL-WALA’ WAL BARA’

Di antara langkah-langkah musuh untuk membungkan narasi al-Wala’ yaitu dengan membuat ikatan alternatif dari ikatan Islam, seperti: kebangsaan, nasionalisme, pengkotak-kotakan, dan sejenisnya yang termasuk bagi dari jahiliah. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Ketahuilah! Setiap jenis jahiliah berada di bawah telapak kakiku ini”.

Sementara langkah-langkah mereka untuk membungkan akidah al-Bara’ yaitu dengan membuat slogan-slogan, seperti: ‘toleransi, hidup secara damai, dan Islam Moderat’, dan menyapu bersih seruan ‘pemikiran penuh kebencian dan kekerasan’. Tentu saja yang mereka maksud tidak lain yaitu akidah al-Bara’ terhadap musuh-musuh Islam dan jihad fi sabilillah.

LANGKAH-LANGKAH MUSUH MEMBUNGKAM JIHAD

Adapun untuk membungkam syiar jihad fi sabilillah, musuh-musuh Islam berusaha melawannya dengan membuat istilah seperti ‘hidup rukun bersama orang lain, menolak ideologi kekerasan’, dan menanamkan pemahaman ‘hidup damai’ dalam benak generasi Islam. Di sisi lain, mereka justru membunuh umat Islam dengan setiap materi dan seluruh jenis senjata-senjata penghancur yang mereka miliki.

Kita menyaksikan mereka menoleransi setiap peperangan apa pun kecuali peperangan yang mengatasnamakan jihad fi sabilillah. Jihad merupakan tindak kriminal yang tidak bisa ditoleransi di mata tatanan internasional. Namun sebenarnya yang mereka takutkan hanyalah bangkitnya kembali spirit jihad dalam tubuh umat. Dari sana, kita temukan sejumlah orang yang berusaha menghindar dari kemarahan musuh Islam dengan mengganti istilah jihad fi sabilillah dengan ‘perlawanan’. Karena istilah ini tidak menimbulkan sensetivitas musuh Islam sebagaimana sikap mereka tatkala mendengar jihad demi menegakkan hukum Allah di muka bumi, dan sejenisnya.

Padahal Nabi SAW ketika ditanya terkait seseorang yang berperang hanya demi bangsa atau keluarganya; agar di sebut pemberani; dan berperang karena riya’, siapa di antara mereka yang termasuk fi sabilillah, beliau menjawab, “Siapa saja yang berperang demi meninggikan kalimat Allah setingi-tingginya, maka itulah yang disebut fi sabilillah“.

Ketika kita menemukan sejumlah orang yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah yang menganggap tabu istilah jihad fi sabilillah, namun kita dapati justru Syiah sangat berbangga dengan kejahatan buruk mereka terhadap Ahlus Sunnah dengan klaim bahwa mereka sedang berjihad fi sabilillah. Bahkan mereka mendengung-dengungkan seluruh ayat-ayat jihad yang terdapat dalam al-Quran untuk melegalkan permusuhan mereka terhadap Ahlus Sunnah dan kota-kota suci Ahlus Sunnah.

Menyebarkan Kerusakan, Westernisasi, dan Upaya Pembodohan Akidah Ahlus Sunnah

Di antara langkah lain yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk membungkam akidah Ahlus Sunnah adalah apa yang mereka istilahkan dengan ‘upaya preventif benih-benih teror’. Maka dimulailah pemerevisian dan pemodernan kurikulum pendidikan dan membuang setiap materi pelajaran yang mereka klaim sebagai benih kekerasan dan pengafiran.

Sebagai contoh, di Yaman mereka mengganti beberapa buku yang sebelumnya dijadikan pegangan siswa, seperti Ar-Rijal Haula ar-Rasul (Sahabat-Sahabat di Sekeliling Rasul), biografi Khalid bin Walid, Shalahuddin, dan Qutz. Hal sama juga terjadi di Saudi. Mereka menghilangkan beberapa buku pegangan dengan alasan bahwa buku itu mengandung ide-ide Wahabi-radikal.

Selain melakukan intervensi dalam kurikulum pendidikan, mereka juga melarang diterbitkannya beberapa buku, seperti Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaik (mantan Mufti Agung Kerajaan Saudi). Mereka juga melarang penerbitan kitab Ad-Durar As-Sunniyyah fi Fatawa Aimmah ad-Da’wah an-Najdiyyah dan sejenisnya dengan alasan untuk memerangi pemikiran Wahawi garis keras. Hal yang sama juga berlaku untuk sejumlah buku-buku Ibnu Taimiyyah dan muridnya, Ibnul Qayyim.

Sebaliknya, mereka justru mencekoki umat Islam dengan liberalisme, sekularisme, modernisme, dan ateisme. Mereka juga menyebarkan tindakan asusila, kemaksiatan, membuka aurat, dan hedonisme, dengan mengatasnamakan kebebasan, hak-hak perempuan dan kebebasan media. “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukainya” [QS. At-Taubah: 32]. (RR).

Wallahu musta’an.

Sumber:  azelin.files

 

Baca juga, AL-QAIDAH BERHASIL PATAHKAN STRATEGI AMERIKA DI YAMAN