Duniaekspress.com (12/10/2018)- Turut merasakan duka akibat gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah, pemerintah Palestina kirim bantuan untuk korban bencana yang disampaikan melaui Lembaga Kerjasma Internasional Palestina.

Direktur Lembaga Kerja Sama Internasional Palestina Imad Al Zuhairi mengatakan bantuan tersebut diberikan atas instruksi langsung Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk membantu masyarakat Indonesia yang mengalami bencana.

“Saya datang kali ini untuk mengungkapkan rasa persaudaraan yang terjalin diantara kedua negara. Ini bentuk prihatin bukan bantuan atas apa yang dilakukan Indonesia kepada kami selama ini. Kami juga menyampaikan rasa solidaritas kami kepada saudara-saudara kami disini,” ujar Imad Al Zuhairi di kedutaan besar Palestina untuk Indonesia, seperti yang dikutip Anadou Agency, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga:

MEDIA TURKI RILIS 15 NAMA DIDUGA PEMBUNUH KHASHOGGI

PENGADILAN MILITER MESIR HUKUM MATI 17 ANGGOTA ISIS

Rencananya pemerintah Palestina akan mengirimkan bantuan tenaga medis untuk membantu warga terluka di sana. Namun, kata dia pemerintah Indonesia menyatakan area tersebut masih sangat berbahaya sehingga Palestina hanya mengirimkan bantuan berupa bahan makanan, generator listrik dan juga barang-barang untuk kebutuhan balita.

“Sebagaimana informasi yang kami dapat dari Pemerintah Indonesia menyatakan beberapa lokasi masih terisolasi dengan keadaan-keadaan yang tidak memungkinkan,” kata dia.

Dia juga memastikan akan terus menyediakan bantuan kepada Indonesia dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi kembali daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dia juga tidak mau menyebut berapa banyak jumlah bantuan yang nantinya akan dikirimkan ke Sulawesi Tengah.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Sun mengatakan bantuan ini merupakan rasa terima kasih warga Palestina kepada Indonesia yang diberikan selama ini serta bentuk persaudaraan antar kedua negara.

“Palestina menerima panggilan balasan dari Indonesia atas kejadian yang menimpa saudara kita yang berada di Palu dan Donggala,” kata dia.