Perang Masih berkobar menjelang pemilu di Afganistan

Duniaekspress.com. (12/10/2018). – Kabul – Pertempuran kembali meletus antara pejuang Taliban dan pasukan keamanan pemerintah Afghanistan pada Kamis (11/10). Taliban tak menyurutkan serangan di saat pemerintah tengah berupaya keras untuk menyukseskan pemilu parlemen yang rencananya digelar pada 20 Oktober mendatang.

Pejabat pemerintah mengatakan bahwa sedikitnya 15 polisi penjaga perbatasan tewas dalam pertempuran di pos pemeriksaan di distrik Qalah Zal, provinsi Kunduz, itu.

“Korban itu jatuh akibat serangan Taliban ke pos pemeriksaan di distrik Qalah Zal,” kata anggota Dewan Provinsi Kunduz, Amruddin.

Sementara itu, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa korban di barisan polisi sebanyak 25 anggota antara tewas dan luka-luka.

Sebelumnya, Taliban juga meningkatkan serangan di pinggiran Kabul yang menyebabkan terputusnya jalur utama ke tiga provinsi di selatan Afghanistan. Serangkaian operasi ini sebagai bagian upaya Taliban untuk menggagalkan pemilu parlemen.

Dalam pernyataan resmi, Taliban menyeru warga Afghanistan memboikot pemilu. Gelaran demokrasi itu bukan solusi bagi Afghanistan. Solusi nyata dan realistis hengkanya penjajah dan mengembalikan pemerintahan Islam.

Taliban meninggalkan ibukota Kabul pada 2001 setelah agresi militer AS. Sejak saat itu, gerakan tersebut menerapkan perang gerilya. Strategi itu menguras banyak uang Negara aggressor. Selama 17 tahun, Barat masih belum mampu menundukkan Taliban. (RR)

Sumber: Reuters

Baca juga, KABUL DAN TIGA PROVINSI LAINNYA DI AFGHANISTAN TERISOLASI OLEH SERANGAN TALIBAN