Duniaekspress.com (14/10/2018)- Seorang wanita Palestina tewas setelah mobil yang dia tumpanginya diserang dengan lemparan batu secara bertubi-tubi di dekat pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan, Aisha Al-Rawbi, 47 dan seorang ibu yang memiliki delapan orang anak, dinyatakan meninggal di rumah sakit pada Jumat malam karena cedera kepala yang dideritanya dalam insiden lempar batu itu.

Ribuan warga Palestina menghadiri pemakamannya pada hari Sabtu di desa Biddya, Tepi Barat.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAK MATI 7 ORANG PALESTINA DI ZONA PENYANGGAH

Suaminya, Aykube al-Rawbi, 52, yang berada di mobil dengan Aisha, mengatakan kendaraan itu dilempari batu ketika mereka melewati pemukiman ilegal Israel dekat Nablus, di bagian utara Tepi Barat yang diduduki.

“Batu-batu itu berasal dari sisi tempat pemukiman itu. Saya bisa mendengar orang-orang berbicara bahasa Ibrani, tetapi saya tidak melihat mereka,” kata al-Rawbi kepada kantor berita Reuters.

Para pejabat dan media Palestina telah menyalahkan para pemukim Israel atas kematian al-Rawbi, menyatakan bahwa para pemukim melemparkan batu ke mobil, yang memiliki pelat nomor Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemukim Israel telah melakukan “kejahatan keji yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.”

Baca Juga:

AMERIKA AKAN TARIK PASUKANNYA DARI AFGHANISTAN

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihaknya meminta pemerintah Israel yang secara langsung bertanggung jawab atas kematian al-Rawbi dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk “mempercepat perlindungan internasional bagi warga Palestina.”

Ketegangan telah meninggi di Tepi Barat selama seminggu terakhir dengan dua serangan terhadap warga Israel.

Pada hari Jumat, pasukan Israel mengatakan mereka telah menangkap seorang Palestina karena dicurigai menikam dan melukai seorang tentara cadangan pada saat tugas jaga di pos pemeriksaan di selatan Nablus pada hari sebelumnya.