Duniaekspress.com (15/10/2018)- Pejabat kemanan Palestina mengatakan, Otoritas Israel pada hari Ahad telah melarang semua pengiriman bahan bakar ke Jalur Gaza.

“Israel mencegah masuknya semua pengiriman bahan bakar, termasuk pengiriman yang didanai Qatar, ke Gaza,” kata pejabat itu tanpa menyebut nama karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan.

Pada hari Jumat, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman memerintahkan penghentian pengiriman bahan bakar ke wilayah Palestina menyusul protes di perbatasan Gaza, di mana tujuh warga Palestina menjadi martir dan puluhan lainnya terluka.

Baca Juga:

KRISIS LISTRIK, QATAR KIRIM BBM UNTUK JALUR GAZA

DISERANG LEMPARAN BATU BERTUBI-TUBI, WANITA PALESTINA TEWAS DI TEPI BARAT

Pada hari Ahad, harian Israel Haaretz mengatakan bahwa pejabat keamanan Israel telah menentang keputusan Lieberman untuk menghentikan pengiriman bahan bakar ke daerah kantong yang diblokir.

Para pejabat, menurut Haaretz, percaya bahwa tidak mungkin untuk menekan Hamas yang mengatur Gaza dan menghentikan semua pengiriman tanpa memperburuk situasi kemanusiaan di jalur itu.

Pekan lalu, Haaretz melaporkan bahwa kesepakatan telah tercipta dengan Qatar dimana yang terakhir akan membiayai pengadaan bahan bakar untuk Gaza.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAK MATI 7 ORANG PALESTINA DI ZONA PENYANGGAH

Sejak 2007, ketika Hamas merebut Jalur Gaza dari faksi Palestina yang berseteru, daerah kantong pantai telah mengerang di bawah blokade Israel yang telah merampas dua juta penduduknya dari banyak komoditas pokok.

Lebih dari 200 warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel dalam protes anti-pendudukan di sepanjang perbatasan Gaza sejak akhir Maret.

Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Gaza dan “hak untuk kembali” ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.