Duniaekspress.com (15/10/2018)- Pejabat pemerintahan daerah Afghanistan mengatakan,  setidaknya 20 tentara tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan pejuang Thaliban di dua pos pemeriksaan militer Afghanistan di provinsi Farah barat yang berbatasan dengan Iran.

Haji Ghausuddin, gubernur distrik Rod Pusht, seperti yang dikutip Anadolu Agency mengatakan, bahwa Thaliban menyerbu pos pemeriksaan Sabtu larut malam, dan bentrokan berlanjut hingga Minggu pagi.

“Para pemberontak membunuh 20 tentara, menangkap lebih dari 10 tentara sebagai tawanan dan menyita senjata dan amunisi,” kata Ghausuddin.

Baca Juga:

70% AFGHANISTAN ADA DALAM KENDALI MUJAHIDIN TALIBAN

Sementara itu, Muhibullah Muhib, juru bicara markas polisi provinsi, hanya mengkonfirmasi pembunuhan 10 tentara. Dia menambahkan bahwa lima pemberontak juga tewas dalam serangan itu, termasuk komandan mereka Hafiz Saeed. Dia menambahkan Pasukan Khusus telah mencapai daerah itu untuk membebaskan lima tentara tertawan.

Juru bicara Taliban, Qari Yosuf Ahmadi, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang telah menewaskan 21 tentara dan menculik 12 lainnya.

“Tidak ada pejuang Thaliban yang tewas. Ini adalah serangan kedua di distrik tersebut. Bulan lalu, delapan tentara tewas dalam serangan Thaliban di sini,” kata Ahmadi dalam sebuah pernyataannya.

Baca Juga:

KABUL DAN TIGA PROVINSI LAINNYA DI AFGHANISTAN TERISOLASI OLEH SERANGAN TALIBAN

Pejabat lokal di Farah telah lama menyalahkan Iran karena mendukung para pemberontak di daerah itu, klaim yang ditolak oleh Teheran. Di provinsi selatan Zabul, media setempat, Tolo News melaporkan kepala polisi distrik Meezan tewas dalam serangan Thaliban pada Sabtu malam.

Ini terjadi sehari setelah Thaliban mengakui pertemuan langsung untuk pembicaraan damai yang diusulkan dengan Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, di Doha, Qatar awal pekan ini.