Kejahatan-kejahatan penjajah Asing di Afghanistan selama September

Duniaekspress.com. (15/10/2018). — Afghanistan — Imarah Islam Afghanistan melalui situs resmi mereka, alemarah, merangkum kejahatan dan tindak kriminalitas yang dilakukan oleh penjajah asing di Afghanistan. Kejahatan yang merugikan sipil Afghanistan itu bervariasi dari pembunuhan hingga penghancuran rumah-rumah warga. Berikut rangkuman tindak kejahatan tentara asing di Afghanistan selama September 2018:

Pada hari Sabtu tanggal 1 September, sebelas warga sipil yang tidak bersalah secara brutal dibunuh dalam serangan gabungan para penjajah asing dan pasukan internal di daerah ‘Kuz Bahar’ di distrik ‘Khogyani’ di provinsi Nangarhar.

Pada hari Senin tanggal 3 September, rumah-rumah penduduk di daerah ‘Gari’ distrik ‘Hisarak’ di provinsi Nangarhar diserbu oleh para penyerbu asing bekerja sama dengan tentara internal, menyebabkan sembilan orang tak bersalah termasuk wanita dan anak-anak terbunuh sementara tiga yang lain terluka selama operasi pencarian mereka.

Pada Selasa 4 September, desa ‘Alam Khail’ dan ‘Warsak Khail’ di lembah ‘Tangi’ distrik ‘Said Abad’ di provinsi ‘Maidan Wardak’ diserbu oleh para penjajah asing. Dalam serangan ini, gerbang utama beberapa rumah sipil dihancurkan dengan bom; rumah-rumah itu kemudian dijarah; kendaraan penduduk setempat dibakar. Jembatan penghubung senilai puluhan ribu dolar antara desa ‘Alam Khail’ dan ‘Warsak Khail’ juga dihancurkan; sementara empat warga sipil ditahan.

Pada hari Selasa 4 September, semua buku perpustakaan dan barang-barang lain di Madrasah ‘Darul Ulum Alia’ dibakar habis oleh pasukan internal di dekat pusat distrik ‘Saghar’ di provinsi ‘Ghor’.

Pada hari Rabu 5 September, sebelas orang sipil yang tidak bersalah dibunuh selama operasi militer brutal tentara internal di daerah Garoch di distrik Bad Pash di provinsi Laghman, seperti yang diceritakan oleh saksi mata setempat.

Pada hari Ahad 9 September, sebelas warga sipil terbunuh dan terluka karena tembakan mortir tanpa pandang bulu dari pasukan rezim boneka di daerah ‘Dagiyan’ distrik ‘Grishk’ di provinsi Helmand.

Pada hari Selasa, 11 September, rumah-rumah sipil di daerah ‘Nakar Khail’ di distrik ‘Khogyani’ di provinsi Nangarhar diserbu oleh para penyerbu asing dan tentara internal. Dalam serangan brutal ini, seorang kakek tua tak bersalah dibunuh dengan kejam; barang-barang milik penduduk setempat dijarah. Selain itu satu-satunya klinik kesehatan di daerah itu, dibakar; dan sebagian dari institusi pendidikan lokal dihancurkan.

Pada hari Ahad tanggal 16 September, rumah-rumah sipil di daerah ‘Said Khail’ di distrik ‘Vormi’ di provinsi Paktika dijadikan sasaran penembakan mortir yang membabi-buta oleh milisi Arbaki mengakibatkan sembilan orang dari satu keluarga termasuk perempuan dan anak-anak meninggal.

Pada hari Senin, 17 September, enam belas orang lokal yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam oleh serangan para penjajah asing dan tentara internal di daerah ‘Vadisar’ di distrik ‘Khogyani’ di provinsi Nangarhar.

Pada hari Senin tanggal 17 September, satu orang sipil lokal dibunuh dalam penembakan acak pasukan antek internal rezim boneka di daerah ‘Keen’ distrik ‘Sheb-Koh’ di provinsi Farah.

Pada hari Senin, 17 September, seorang warga desa yang tidak bersalah dibunuh sementara sejumlah besar barang-barang dijarah selama serangan para penyerbu asing dan tentara internal di daerah ‘Chato’ distrik ‘Deh-Ravud’ di ‘Provinsi Urzgan.

Pada hari Senin tanggal 17 September, empat orang sipil dengan kejam dibunuh ketika daerah ‘Kotwall’ dekat kota ‘Tarin Kot’, pusat provinsi Urzgan, diserbu oleh para penyerbu asing yang bekerja sama dengan tentara internal.

Pada hari Selasa, 18 September, enam gadis yang tidak bersalah dibunuh sementara dua anak lainnya terluka dalam penembakan mortir acak dari tentara internal di pinggiran kota ‘Tarin Kot’, pusat atau Urzgan. propinsi.

Pada hari Rabu 19 September, rumah-rumah sipil di daerah ‘Petlao’ distrik ‘Sherzad’ di provinsi Nangarhar diserbu oleh para penyerbu asing dan tentara internal, gerbang-gerbang utama beberapa rumah diledakkan dengan bom; rumah-rumah itu kemudian digeledah; dan akhirnya sepuluh orang tak bersalah dibunuh dengan kejam.

Pada Kamis 20 September, empat warga sipil dibunuh sementara empat belas anak lainnya terluka parah dalam pemboman sembarangan oleh pasukan pendudukan asing di desa ‘Noozi’ distrik ‘Chamkani’ di provinsi Paktia.

Pada hari Kamis tanggal 20 September, sembilan belas (19) warga sipil yang tidak bersalah dibunuh saat penggerebekan oleh pasukan pendudukan asing yang bekerja sama dengan tentara internal di daerah ‘Surkh Aab’ distrik ‘Sherzad’ di provinsi Nangarhar.

Pada hari Sabtu tanggal 22 September, dua orang kakek tua berjanggut putih yang tidak bersalah dibunuh sementara kerugian finansial yang besar dialami penduduk sipil setempat saat serangan para penjajah asing dan tentara internal di daerah ‘Ishaqzi’ distrik Maroof propinsi Kandahar.

Pada hari Ahad, 23 September, lima warga yang tidak bersalah dibunuh sementara beberapa lainnya terluka saat operasi militer brutal pasukan rezim boneka di berbagai wilayah distrik ‘Kahk-i-Safaid’ di provinsi Farah.

Pada Ahad 23 September, operasi militer brutal dilakukan oleh pasukan khusus tentara internal dan penyerbu asing di daerah ‘Sara Baghal’ dan ‘Pasar Bazaar’ di distrik ‘Maiwand’ di provinsi Kandahar. Menurut penduduk setempat, sepuluh warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam dalam operasi-operasi ini. Di antara mereka, dua mayat terbakar; sementara dua puluh satu penduduk desa yang tidak bersalah ditangkap. Dalam operasi-operasi ini, selain korban di atas, kerugian finansial yang sangat besar juga dialami oleh penduduk setempat.

Pada hari Kamis 27 September, sebuah kendaraan penduduk sipil menjadi sasaran dibom penjajah asing di antara distrik ‘Almar’ dan ‘Qaisar’ di provinsi Faryab, semua orang yang tidak bersalah di kendaraan itu dengan kejam terbunuh.

Pada hari Jumat 28 September, rumah-rumah sipil di daerah ‘Nozad’ Bar Nozad di provinsi Helmand diserbu oleh para penyerbu asing dan pasukan khusus tentara internal. Dua rumah sipil dan masjid di dekatnya dibom. Serangan brutal ini menyebabkan sepuluh warga lokal yang tidak bersalah meninggal.

Pada hari Ahad tanggal 30 September, dua wanita tak bersalah dibunuh dalam penembakan acak oleh pasukan boneka di pinggiran bazar distrik ‘Dilaram’ di provinsi Nimroz. (RR)

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, EMPAT WARGA SIPIL TEWAS AKIBAT SERANGAN UDARA PASUKAN REZIM AFGHANISTAN