Ringkasan Hasil Yang diperoleh Mujahidin Taliban selama september dalam mengusir penjajahan

Duniaaekspress.com. (18/10/2018). — Afghanistan — Pada bulan September banyak kejadian dan peristiwa penting terjadi di Afghanistan. Data dan ringkasan kejadian-kejadian penting dilaporkan dalam satu tulisan oleh tim media Imarah Islam Afghanistan. Direbutnya banyak distrik dari rezim Kabul yang didukung AS, bergabungnya banyak aparat rezim kabul ke Imarah Islam dan data kerugian fisik (korban tewas) dan finansial AS dan sekutunya termasuk dalam laporan tersebut.

Berikut kami sajikan terjemahan data dan ringkasan peristiwa di Afghanistan selama bulan September 2018, yang disusun oleh Imarah Islam Afghanistan dan dipublikasikan di situs resminya pada tanggal 7 Oktober 2018.

Ringkasan Kejadian Penting di Afghanistan selama bulan September 2018

Bulan September penuh dengan perkembangan dan pencapaian penting bagi Mujahidin. Beberapa kabupaten dan daerah yang luas direbut oleh Mujahidin selama bulan ini, sehingga kerugian keuangan dan korban yang sangat besar dialami musuh. Rincian insiden di atas dan berbagai perkembangan lainnya kami uraikan berikut ini:

Kerugian dan korban penjajah asing:

Karena serangan tak henti-hentinya dari Mujahidin, banyak tentara pendudukan asing tewas atau terluka parah pada bulan September.

Pada Senin 3 September, setidaknya dua tentara Amerika tewas sementara beberapa lainnya terluka dalam serangan Mujahidin di distrik ‘Mohammad Agha’ di provinsi Logar.

Pada hari yang sama, satu prajurit AS tewas sementara yang lain terluka dalam serangan Mujahidindi bagian timur Afghanistan, peristiwa ini diakui dan dikonfirmasi oleh penjajah asing.

Pada hari Rabu 12 September, sekali lagi, laporan diterbitkan oleh Mujahidin bahwa mereka telah membunuh dua tentara Amerika dan melukai tiga lainnya di pusat provinsi Logar.

Pada Sabtu 29 September, pasukan pendudukan asing dipaksa mundur dari medan perang setelah menderita kerugian besar karena dua tentara mereka tewas dan beberapa lainnya terluka oleh Mujahidin di distrik ‘Chardara’ provinsi Kunduz.

Sehari kemudian, seorang tentara pendudukan asing lainnya dibunuh oleh Mujahidin di distrik ‘Grishk’ provinsi Helmand.

Terlepas dari fakta-fakta yang tak terbantahkan dari semua medan perang, AS dan anteknya berusaha menyembunyikan kerugian mereka seperti biasanya, karena mereka mengakui hanya dua korban mereka di bulan September. Dengan cara ini jumlah pasukan pendudukan asing yang tewas di Afghanistan pada tahun 2018 mencapai sepuluh. Tetapi kenyataannya angka ini beberapa kali lebih sedikit daripada kerugian dan korban AS sesungguhnya dalam perang yang sedang berlangsung.

Hasil gambar untuk operasi khandaq taliban

poto : Mujahidin taliban dalam operasi khandaq

Kerugian dan korban dari antek lokal:

Di satu sisi, para penjajah asing sangat prihatin dengan peningkatan jumlah kerugian dan korban mereka sendiri seiring dengan berlalunya waktu, dan di sisi lain, jumlah kerugian dan korban dari tentara internal telah meningkat sangat tinggi. Fenomena ini telah membingungkan mereka, karena mereka tidak tahu bagaimana mengurangi tingkat kerugian dan korban mereka.

Bertempur dengan pasukan tentara dari rezim boneka dan membunuh mereka bukanlah target utama dari Imarah Islam, tetapi mereka terbunuh dan terluka saat mereka membela para penjajah asing kafir, yang merupakan musuh utama bangsa Afghan.

Pada Selasa 23 September, media menerbitkan laporan yang dikonfirmasi oleh kementerian pertahanan bahwa 513 tentara lokal tewas sementara 718 lainnya terluka selama satu bulan terakhir.

Pada hari Sabtu tanggal 1 September, gubernur provinsi Faryab mengatakan bahwa fakta dan angka tidak boleh disembunyikan lagi, karena kerugian dan korban pasukan kita meningkat dari hari ke hari. Dia menambahkan bahwa jumlah pasukan lokal yang ditunjukkan di atas kertas dan dikutip oleh media adalah khayalan karena mereka tidak ada.

Grafik kerugian dan korban pasukan lokal yang meningkat menunjukkan bahwa puluhan pekerja dan pejabat tinggi mereka terbunuh selama bulan sebelumnya. Berikut beberapa contoh insiden.

Pada hari Senin, 3 September, seorang kandidat parlemen dari provinsi Kabul tewas.

Pada hari Rabu, 4 September, kepala keamanan distrik ‘Maquar’ di provinsi Badghis dibunuh oleh Mujahidin.

Pada hari Senin 10 September, wakil kepala kantor paspor di provinsi Balkh terbunuh.

Dan satu hari kemudian, direktur pengadilan banding provinsi Ghazni tewas di pusat ibu kota Kabul.

Pada Sabtu 15 September, sebuah helikopter musuh berhasil dihantam dan dijatuhkan oleh Mujahidin di provinsi Farah, di mana, lima tentara termasuk salah satu kolonel mereka terbunuh.

Pada hari yang sama, kepala distrik ‘Shumalzo’ provinsi Zabul tewas di Kandahar.

Pada hari Senin 17 September, komandan batalion operasi cadangan tewas dalam pertempuran dengan Mujahidin di pusat provinsi Badghis.

Sehari kemudian, sepuluh anggota milisi Arbaki termasuk dua komandan mereka tewas oleh seorang mujahid yang disusupkan ke distrik ‘Chahar Bolak’ di provinsi Balkh, mujahid tersebut selamat dan bergabung dengan yang lain.

Pada hari Rabu 19 September, wakil kepala distrik ‘Qala-i-Zal’ di provinsi Balkh terbunuh.

 

Kerugian finansial musuh:

Selama bulan sebelumnya, kerugian finansial yang besar juga ditimpakan pada musuh. Kerugian ini sekarang tumbuh di luar perkiraan, karena wilayah-wilayah baru secara berturut-turut dibebaskan dan direbut oleh Mujahidin, di mana sejumlah besar senjata ringan dan berat dan amunisi disita. Kerugian finansial yang meningkat ini tidak mengejutkan pasukan tentara internal saja, tetapi juga mengejutkan pasukan asing. Mari beberapa contohnya;

Pada Sabtu 1 September, sebuah helikopter militer antek jatuh di ‘korps militer Shaheen’ di provinsi Balkh.

Pada hari Sabtu tanggal 15 September, helikopter militer lain diserang dan dijatuhkan oleh Mujahidin di distrik ‘Khak-i-Safaid’ di provinsi Farah.

Pada hari Sabtu 29 September, sebuah pesawat tak berawak penjajah asing dihancurkan di pusat provinsi Logar.

Pada hari yang sama, sebuah helikopter militer pasukan komando tentara lokal diserang dan dihancurkan oleh Mujahidin di distrik ‘Koh-i-Safi’ provinsi Parwan.

Bergabung dengan Mujahidin:

Menurut laporan yang diterbitkan oleh ‘Komisi Rekrutmen Emirat Islam, hampir sembilan ratus (900) pekerja dan pejabat yang bekerja di berbagai organ rezim boneka, meninggalkan pekerjaan mereka dan bergabung dengan Mujahidin Imarah Islam setelah menyadari kenyataan di lapangan. Proses ini juga terjadi pada bulan September.

Pada hari Senin, 3 September, setidaknya lima puluh anggota milisi Arbaki meninggalkan rezim antek dan bergabung dengan Mujahidin di distrik ‘Dolat-Yar’ di provinsi Ghor.

Satu hari kemudian, lima belas tentara meninggalkan pertempuran dan menyerahkan semua senjata mereka kepada Mujahidin Imarah Islam di distrik Ahmad Aba di provinsi Paktia.

Rincian lebih lanjut dari proses ini dapat dibaca dalam laporan terperinci dari ‘Komisi Rekrutmen dan Amalgamasi’ Imarah Islam, yang diterbitkan secara rutin setiap bulan.

 

Penyiksaan sipil dan pembunuhan Rakyat sipil oleh AS dan anteknya:

Penyiksaan dan pembunuhan rakyat sipil tak berdaya dan tertindas tidak henti-hentinya dilakukan oleh oleh para penjajah asing dan tentara internal mereka pada bulan September. Berikut beberapa insiden kerugian dan korban sipil;

Pada hari Selasa, 4 September, tiga anak dan seorang warga desa yang tidak bersalah meninggal dalam penembakan mortir oleh tentara rezim boneka di distrik ‘Said Abad’ provinsi ‘Maidan Wardak’.

Pada hari Selasa 18 September, enam belas warga sipil yang tidak bersalah meninggal dalam serangan gabungan para penjajah asing dan tentara internal di distrik ‘Khogiani’ di provinsi Nangarhar.

Sehari kemudian, enam anak meninggal dalam penembakan mortir secara acak oleh pasukan rezim boneka di provinsi Uruzgan.

Dalam insiden serupa, delapan orang dari satu keluarga meninggal di distrik ‘Vormy’ provinsi Paktiaka.

Pada Kamis 20 September, enam belas orang sipil termasuk seorang dokter lokal tewas dalam serangan gabungan para penjajah asing dan tentara internal di distrik ‘Khogiani’ di provinsi Nangarhar.

Pada hari yang sama, tiga belas warga sipil termasuk wanita dan anak-anak meninggal dalam serangan brutal oleh penjajah asing dan pasukan internal di distrik ‘Chamkani’ provinsi Paktia.

Dua hari kemudian, dua puluh dua warga sipil yang tidak bersalah dibantai oleh pasukan Amerika dan tentara internal di distrik ‘Bad-Paish’ provinsi Laghaman.

Pada hari Senin 24 September, sembilan warga sipil yang tidak bersalah meninggal selama serangan dan pengeboman acak oleh para penjajah asing pada upacara pernikahan di distrik ‘Tagab’ provinsi Kapisa.

Pada hari yang sama, empat belas orang sipil meninggal dalam serangan gabungan para penjajah asing dan pasukan internal di distrik ‘Jaghatu’ provinsi ‘Maidan Wardak’.

Pada hari Selasa 25 September, empat anak-anak meninggal dalam pemboman oleh pasukan pendudukan asing di distrik ‘Tagab’ di provinsi Kapisa.

Ini adalah beberapa insiden di mana orang-orang sipil yang tidak bersalah meninggal dan terluka secara kolektif. Untuk keterangan lebih lanjut, lihat laporan bulanan ‘kerugian sipil dan korban’ yang secara teratur diterbitkan di ‘Alemarah’, situs resmi Imarah Islam.

 

Operasi Jihad ‘Al-Khandaq’:

Operasi ‘Al-Khandaq’ yang tak henti-hentinya pada bulan September berhasil memperoleh kemenangan dan pencapaian luar biasa bagi Mujahidin.

Pada hari Senin tanggal 3 September, distrik ‘Chahi’ provinsi Balkh direbut oleh Mujahidin setelah serangan terhadap pasukan tentara di daerah tersebut.

Pada Selasa, 4 September, distrik ‘Jani Khail’ berhasil dibebaskan di bawah kendali Mujahidin setelah mengalahkan pasukan antek-antek di sana.

Satu hari kemudian, satu batalyon musuh ditaklukkan oleh Mujahidin di distrik ‘Grishk’ provinsi Helmand.

Pada hari Ahad 9 September, distrik ‘Daimirdad’ di provinsi ‘Maidan Wardak’ dibebaskan dan direbut oleh Mujahidin.

Pada Senin 10 September, distrik ‘Kham Aab’ di provinsi Jozjan berhasil direbut di bawah kendali Mujahidin.

Pada hari yang sama, delapan puluh pos militer utama antek lokal ditaklukkan oleh Mujahidin setelah pertempuran sengit di dekat pusat provinsi Saripul.

Pada hari berikutnya, tujuh desa lainnya dibebaskan dari musuh dan dikuasai oleh Mujahidin di daerah yang disebutkan di atas.

Pada Rabu 12 September, pangkalan militer musuh ditaklukkan di distrik Maquar di provinsi Ghazni, di mana sejumlah besar senjata ringan dan berat dan amunisi disita oleh Mujahidin.

Pada hari Sabtu tanggal 15 September, sebuah helikopter militer musuh diserang dan dijatuhkan oleh Mujahidin di distrik ‘Khak-i-Safaid’ provinsi Farah, lima tentara termasuk salah satu kolonel mereka terbunuh.

Pada Kamis 20 September, distrik ‘Aab-Bund’ provinsi Ghazni dibebaskan dan dikuasai oleh Mujahidin.

Persaingan internal pemerintahan antek:

Perebutan kekuasaan dan perbedaan mendalam dari pemerintahan heterogen bukanlah sesuatu yang baru, karena proses ini tak henti-hentinya sejak hari pertama ketika pemerintah yang tidak konsisten ini dibentuk oleh John Kerry, sekretaris negara saat invasi Amerika.

Pada hari Sabtu, 1 September, surat kabar “Journal Street” melaporkan bahwa persaingan ini sekarang telah meluas diantara petinggi AS, karena mereka terpecah tentang perang sia-sia yang sedang berlangsung di Afghanistan. Hal ini dapat dengan mudah dilihat dalam pandangan mereka yang kontradiktif dan pendekatan tentang perang ini, yang secara perlahan dan terus-menerus menjadi mimpi buruk bagi mereka.

Pada hari Ahad 9 September, sebuah surat kabar Amerika terkenal ‘The New York Times’ menulis bahwa pihak berwenang Amerika terus-menerus mengatakan kebohongan tentang perang yang sedang berlangsung di Afghanistan kepada rakyat mereka sendiri.

Pada hari Senin, 3 September, wakil kepala dewan keamanan rejim boneka mengundurkan diri dari jabatannya setelah mengkritik keras kebijakan-kebijakan kepemimpinan antek.

Demikian pula, beberapa duta besar dan pejabat lain dari kementerian luar negeri diberhentikan dari posisi mereka baru-baru ini. Duta besar rezim antek di India menyampaikan pengunduran dirinya ketika Ashraf Ghani sedang melakukan kunjungan ke negara itu.

 

Peninjauan atau pencabutan ‘Perjanjian Keamanan’:

Sudah hampir empat tahun BSA ditandatangani antara parlemen rezim boneka dan penjajah asing yang merupakan dokumen terburuk yang menjadi dasar perbudakan di tanah air Afghanistan.

Pada hari Senin 10 September, parlemen minta kepada pemerintah boneka Kabul untuk meninjau perjanjian ini dari awal. Negosiasi harus diadakan dengan orang Amerika tentang hal ini, dan pencabutan perjanjian juga harus dipertimbangkan.

 

Eksperimen baru:

Orang-orang Afghan yang merdeka dan orang yang berhati-hati menyadari bahwa Afghanistan telah berubah menjadi tempat pengujian senjata oleh penjajah asing selama tujuh belas tahun terakhir, karena semua senjata mematikan yang dipandu laser dan senjata kimia lainnya diuji di sini tidak diuji di wilayah mereka sendiri.

Tahun lalu, The Mother Bom, yang paling berbahaya dan merusak dalam sejarah dunia dijatuhkan di provinsi Nangarhar.

Dan baru-baru ini, jet tempur F-35 baru juga diuji di Afghanistan dengan menargetkan kendaraan sipil di provinsi Faryab, di mana semua orang di dalamnya termasuk wanita dan anak-anak meninggal di tempat.

 

Berita kematian pemimpin Mujahidin:

Salah satu insiden paling signifikan di bulan September adalah pengumuman meninggalnya Moulawi Jaluddin Haqqani, Imam dan pemimpin Mujahidin di seluruh Jihad Afghanistan. Dia adalah salah satu tokoh paling terkemuka dalam sejarah kontemporer Afghanistan, dan sejarah kejayaan Afghanistan akan selalu merasa bangga padanya.

NB: Dalam artikel ini, hanya memasukkan insiden dan laporan yang diterima dan dikonfirmasi oleh musuh juga. Tentang angka kerugian dan korban sebenarnya dari penjajah asing dan tentara internal mereka di medan perang, silahkan mengunjungi situs resmi Emirat Islam ‘Alemarah’ secara rutin. (RR).

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, TUJUH PERSONEL KEAMANAN AFGHANISTAN TEWAS DI SAMANGAN