Kisruh AS dan Rusia dalam menyikapi 700 orang yang ditawan ISIS di Suriyah

Duniaekspress.com. (19/10/2018). —  Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa militan ISIS baru-baru ini menangkap sekitar 700 sandera di sebuah wilayah di Suriah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi yang didukung AS.

Pada sebuah forum kebijakan internasional di Sochi pada Kamis 18 Oktober, Putin mengatakan para sandera termasuk beberapa orang Amerika dan Eropa. Ia mengklaim bahwa ISIS memperluas wilayahnya di tepi kiri Sungai Eufrat.

Putin tidak menjelaskan tuntutan yang diajukan. Tetapi ia mengatakan bahwa ISIS menyandera sekitar 130 keluarga, yang jumlahnya sekitar 700 orang.

Dia juga mengatakan para militan telah memperingatkan bahwa mereka akan membunuh 10 orang per hari jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Mereka telah mengeluarkan ultimatum, tuntutan khusus, dan memperingatkan bahwa jika ultimatum ini tidak dipenuhi. mereka akan mengeksekusi 10 orang setiap hari. Sehari sebelum kemarin mereka mengeksekusi 10 orang,” katanya.

“Mereka sekarang melakukan ancaman mereka. Ini mengerikan,” tambahnya.

Kantor berita yang dikelola negara Rusia, TASS, pada tanggal 17 Oktober mengutip “sumber diplomatik-militer” yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan para sandera tersebut ditangkap dalam serangan di sebuah kamp pengungsi di provinsi Deir Zour Suriah pada 13 Oktober. Para militan ISIS menuntut pembebasan anggota mereka yang ditahan.

Terkait hal ini, Washington meragukan klaim Putin. “Meskipun kami telah mengkonfirmasi bahwa ada serangan terhadap sebuah kamp (pengungsi internal) dekat (Deir Zour) minggu lalu, kami tidak memiliki informasi yang mendukung sejumlah besar sandera yang dituduhkan oleh Presiden Putin, dan kami skeptis terhadap keakuratannya,” kata juru bicara Pentagon Sean Robertson dalam sebuah pernyataan.

 “Kami juga tidak mengetahui ada warga AS yang berada di kamp itu,” tambah Robertson.Sementara itu, belum ada pernyataan dari ISIS terkait 700 tawanan di Suriah yang dimaksud Putin. (RR).

Sumber: Eurasianews

Baca juga, ISIS LAKUKAN NEGOSIASI GENCATAN SENJATA DENGAN PKK, SDF DAN SALIBIS AMERIKA