duniaekspress.com, 20 Oktober 2018. Kemarin (19/10) aparat keamanan HTS (haiat Tahrir Syaam) berhasil menjinakkan sebuah bom mobil truk milik daesh aka ISIS yang tadinya siap untuk diledakkan di Desa Mushaybin, selatan Idlib.
Sebagai bagian dari kampanye yang diperluas dari Organisasi Haiat Tahrir Syam di daerah  Awar yang dibebaskan dan wilayah-wilayah khawarij lainnya, aparat keamanan menemukan sebuah mobil yang dipasangi ranjau yang siap untuk  diledakkan di desa Mushaybin, selatan dari Idlib.
“Setelah serangkaian operasi keamanan terhadap para Khawarij (ISIS), dan boikot terhadap informasi yang kami miliki, kami berhasil,” kata Anas al-Sheikh, salah satu pejabat keamanan di organisasi itu. Setelah serangan itu, kami menemukan beberapa alat peledak, ikat pinggang, detonator, radio kontrol, sabuk peledak, dan sebuah truk bom mobil besar yang diisi dengan drum-drum TNT. Operasi ledakan kilat yang sudah mereka disiapkan”.

Sebuah truk berisi TNT diletakkan di antara rumah yang padat penduduk

Sheikh menunjukkan bahwa mobil itu berada di dalam rumah di daerah padat penduduk, tanpa peringatan atau kekhawatiran bahayanya terhadap darah kaum Muslim! “Mari kita mengamankan tempat ini dan menjinakkan bom mobil tersebut.”

Personel HTS sedang menjinakkan bom

Selama bulan ini, aparat keamanan mampu merebut gudang besar Khawarij ISIS, yang berisi amunisi dan berbagai senjata, serta bahan peledak, yang digunakan untuk meledakkan mobil dan kontainer.

Senjata-senjata yang disita dalam operasi ini, ada RPG, sabuk peledak, detonator, dll

Dari penemuan ini dapat terlihat bahwa sel-sel khawarij ISIS kerap membuat rusuh di Idlib dan berupaya melakukan pembunuhan terhadap mujahidin dan kaum muslimin.

(AZ dari ebaa news)

Baca juga,

KISRUH AS DAN RUSIA DALAM MENYIKAPI 700 ORANG YANG DITAWAN ISIS DI SURIYAH

TAK BERGEMING, JIHADIS MASIH MENETAP DI ZONA DEMILITERISASI IDLIB, MESKI BATAS WAKTU TELAH BERAKHIR