Duniaekspress.com (21/10/2018)- Menurut data yang diklaim polisi India, lima warga sipil Kashmir dan tiga militan tewas di Kashmir selatan, pada Minggu (20/10).

“Para militan tewas dalam baku tembak dengan pasukan India dan seorang warga sipil juga ditembak mati di daerah Kulgam,” kata jurubicara kepolisian Manoj Pandita.

Empat warga sipil tewas dalam ledakan yang terjadi setelah baku tembak berakhir ketika mereka memasuki rumah dari tempat para militan bertempur.

Pasukan India menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan rumah-rumah para militan bertempur selama baku tembak berlangsung.

Pihak berwenang rumah sakit mengkonfirmasi kematian lima orang warga sipil akibat ledakan dari bom yang diletakan pasukan India.

Baca Juga:

WAJAH-WAJAH MUJAHIDIN AQAP YANG DIPANDANG UTUH

SERANGAN UDARA KOALISI AMERIKA HANTAM SEBUAH MASJID

Lebih dari 43 warga sipil dilaporkan terluka dalam protes dan bentrokan antara warga sipil Kashmir dan pasukan India yang dilaporkan dari beberapa daerah di selatan.

Kashmir, wilayah Himalaya mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan dalam beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil Kashmir juga dipegang oleh China.

Karena mereka dipartisi pada 1947, kedua negara telah berperang tiga – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – dua di antaranya mengenai Kashmir.

Juga, di gletser Siachen di Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan telah berjuang sebentar-sebentar sejak tahun 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada tahun 2003.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan kekuasaan India untuk kemerdekaan, atau untuk bergabung dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik di wilayah itu sejak tahun 1989.