Duniaekspress.com (21/10/2018)- Apa yang terjadi di Palu adalah sebuah kengerian yang Allah tampakkan di akhir zaman ini. Sebuah kengerian yang hampir sama dengan kengerian yang menimpa penduduk kota Sodom pada zaman Luth diutus ke negeri itu. Akibat dari akumulasi kemaksiatan yang mereka lakukan ditambah penentangan dan pembangkangan mereka kepada Luth maka Allah rasakan kepada mereka azab yang sangat mengerikan. Allah bercerita menginformasikan kepada kita :

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ (73) فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ (74) إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ (75) وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ (76) إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar¬ benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al Hijr/15 : 73 – 77).

Baca Juga:

GEMPA LOMBOK DAN PALU: SIKAP MUKMIN DALAM MEMAHAMINYA

Ayat-ayat di atas adalah kengerian yang dirasakan penduduk kota Sodom lalu Allah informasikan hal tersebut kepada kita sebagai azab yang Allah timpakan kepada kaum Nabi Luth yang tinggal di negeri itu. Perhatikan kengerian yang Allah rasakan kepada kaum Luth, “Mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur..”, “Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras..”

Imam Ibnu Katsir berkata, Allah Swt berfirman, “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur” (Q.S. Al Hijr/15 : 73) Yang dimaksud dengan saihah adalah suara keras yang mengguntur menimpa mereka di saat matahari akan terbit. Selain itu kota tempat mereka tinggal diangkat ke langit, lalu dibalikkan, bagian atasnya di bawah dan bagian bawahnya di atas; setelah itu mereka dihujani oleh batu dari tanah liat yang keras. Dalam surat Hud telah diterangkan makna sijjil dengan keterangan yang cukup jelas, tidak perlu diulangi lagi di sini.

Firman Allah Swt {إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ} Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memper-hatikan tanda-tanda. (Q.S. Al Hijr/15 : 75). Yakni sesungguhnya bekas-bekas azab masih tampak pada negeri-negeri itu bagi orang yang memperhatikannya dan memandangnya dengan pandangan mata dan hatinya.

Luar biasanya. Apa yang terjadi di Palu pada gempa kemarin, diringi sunami dan fenomena melemahnya bagian bawah dari tanah sehingga mengakibatkan bergesernya tanah serta tenggelamnya beberapa perumahan sangat mirip dengan apa yang ceritakan pada ayat-ayat di atas. Bagian bawah tanah melemah, mencair, lalu kehilangan kekuatan untuk menopang bagian atasnya dan menenggelamkan apa saja yang ada di atas lalu tanah bagian bawah yang sudah mencair naik ke atas. Wa Nauzubillah. Sangat memiliki kemiripan dengan apa yang terjadi di negeri Sodom dahulu kala. Dosa apa gerangan yang sudah kita lakukan sehingga mengundang murka dan amukan Allah?

Baca Juga:

MEMAKNAI KEMBALI ISTILAH AQIDAH

“Jungkirbalik” bagian baqah tanah dengan bagian atasnya disebut dengan Likuifaksi; yaitu merupakan fenomena di mana kekuatan tanah berkurang karena gempa yang mengakibatkan sifat tanah dari keadaan padat (solid) menjadi cair (liquid). Likuifaksi disebabkan tekanan berulang (beban siklik) saat gempa sehingga tekanan air pori meningkat atau melampaui tegangan vertikal. Inilah yang menyebabkan benda-benda di sekitar lokasi jadi terseret.

Likuifaksi (adalah) tanah yang kehilangan kekuatan akibat diguncang oleh gempa, yang mengakibatkan tanah tidak memiliki daya ikat. Guncangan gempa meningkatkan tekanan air sementara daya ikat tanah melemah, hal ini menyebabkan sifat tanah berubah dari padat menjadi cair. Kondisi ini yang dapat menjungkirbalikkan apa yang ada di atas tanah, yang atas ke bawah dan yang di bawah ke atas seperti apa yang terlihat di Palu.

Sekali lagi. Likuifaksi yang terjadi di Palu mengingatkan kita akan azab Allah yang Allah timpakan kepada Kaum Luth, “Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras..” Allah balikkan negeri mereka, Sodom, Allah jadikan bagian atas ke bawah dan sebaliknya. Tulisan ini tidak sedang menghukumi apa yang terjadi di Palu, namun mengajak siapapun yang membacanya untuk intropeksi bahwa ada kemiripan antara azab yang ditimpakan kepada kaum Luth dengan apa yang terjadi di Palu. Mari bertaubat dan bergerak bersama dalam gerakan amar makruf nahi mungkar. [ayah_shalih]