Duniaekspress.com (22/10/2018)- Sebuah bom meledak di Kota Idlib Suriah, menurut laporan pemantau perang Suriah dan kelompok paramedis ledakan yang terjadi hari Ahad (21/10) tersebut telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai yang lain.

“Ledakan yang mematikan tersebut terjadi di dekat sebuah masjid yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak,” kata aktivis White Helmet seperti dikutip Zamn Wasl, Ahad (21/10/2018).

Sementara itu Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan empat orang telah tewas, termasuk seorang anak dan seorang pejuang asing yang kewarganegaraannya belum diketahui.

SOHR lebih lanjut mengatakan ledakan itu terjadi di lingkungan al-Qusour yang dihuni oleh banyak pejuang dari Uzbekistan dan China.

Baca Juga:

SERANGAN UDARA KOALISI AMERIKA HANTAM SEBUAH MASJID

PESAWAT AMERIKA SERIKAT BOM BARDIR DEIR EZZOR, 32 SIPIL SURIYAH TEWAS

HTS BERHASIL JINAKKAN BOM TRUK ISIS DI MUSHAYBIN, IDLIB SELATAN

Provinsi Idlib adalah benteng pertahanan terakhir dan rumah bagi banyak pejuang asing dengan kelompok-kelompok terkait Al-Qaeda.

Kesepakatan antara Rusia dan Turki bulan lalu mencegah serangan pemerintah di daerah itu.

Rezim sekutu Moskow dan pendukung oposis, Ankara, setuju bulan lalu untuk membentuk daerah demiliterisasi di sekitar wilayah barat laut Idlib untuk mencegah serangan rezim besar di wilayah yang menampung sekitar 3 juta orang.

Zona berbentuk U bertujuan untuk mencegah salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam perang 7 tahun Suriah.

Namun militan, yang di bawah kesepakatan itu harus mundur dari zona penyangga seluas 15 hingga 20 kilometer pada hari Senin, belum menunjukkan tanda-tanda akan pergi.

Kekuatan dominan Idlib adalah aliansi yang dipimpin oleh mantan afiliasi Suriah Al-Qaeda dan faksi militan lainnya mengendalikan lebih dari dua pertiga dari zona yang direncanakan.