Duniaekspress.com (22/10/2018)- Perdana Menteri Scott Morrison menyampaikan permintaan maaf atas nama bangsa Australia kepada anak-anak korban pelecehan seks di negeri itu.

Ratusan orang berkumpul di Canberra pada hari Senin (22/10) untuk menyimak pidato emosional Morrisson itu yang disampaikan di parlemen.

“Hari ini, kita akhirnya mengakui dan menanggapi jeritan yang hilang dari anak-anak kita,” katanya seperti dikutip BBC.

“Kita harus dengan rendah hati bersimpuh di hadapan orang-orang yang diabaikan ini dan memohon permintaan maaf kita,” tambahnya.

Baca Juga:

SEJUMLAH PASTOR DI JERMAN LAKUKAN PELECEHAN TERHADAP RIBUAN ANAK

Permintaan maaf ini menindak-lanjuti hasil penyelidikan selama lima tahun yang menyimpulkan bahwa selama beberapa dekade, puluhan ribu anak telah mengalami pelecehan di berbagai lembaga masyarakat, dan terbanyak di lembaga Katolik.

Penyelidikan yang dituntaskan Desember lalu, mengumpulkan kesaksian lebih dari 8.000 korban pelecehan seksual dalam organisasi seperti gereja, sekolah dan klub olahraga.

Dengan suaranya yang terkadang bergetar, Morrison mengakui betapa menderitanya para korban dan mengutuk kegagalan institusional dalam menanganinya.

“Mengapa tangisan anak-anak dan para orang tua itu diabaikan? Mengapa sistem keadilan kita buta terhadap ketidakadilan? Mengapa begitu lama berlalu, baru bertindak?” katanya.

Baca Juga:

PELECEHAN SEKS, PAUS FRANSISKUS PECAT PASTOR CHILE

Sebelumnya penyelidikan sebuah badan resmi menemukan bahwa 7% dari semua pastor Katolik di negara tersebut diduga telah melakukan pelecehan seks terhadap anak-anak pada periode antara 1950 hingga 2010.

Pada salah satu ordo, lebih dari 40% figur keagamaan di gereja dituding melakoni pelecehan.

Adapun orang-orang yang mengaku menjadi korban mencapai 4.444 anak di lebih dari 1.000 institusi Katolik yang tersebar di Australia. Mereka mengklaim dilecehkan pada periode antara 1980 hingga 2015.