Duniaekspress.com (24/10/2018)- Umat Islam kembali disuguhi pemandangan yang menyayat hati. Beredar luas video berisi belasan oknum berseragam laskar dari suatu ormas di Garut membakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang mirip dengan HTI pada perayaan Hari Santri, Ahad (21/10).

Sekretaris Umum PP Persis Haris Muslim Lc. MA, mengecam keras tindakan pembakaran bendera hitam bertuliskan lafadz “La Ilaha Ilallah Muhammadun Rasulullah” tersebut.

Baca Juga:

SEKJEN PP MUHAMMADIYAH: PEMBAKARAN BENDERA TAUHID KEBABLASAN

RIBUAN ORANG TANDA TANGANI PETISI BUBARKAN BANSER

“Ini sungguh sangat tidak beradab, Pimpinan Pusat Persatuan Islam mengutuk dengan keras tindakan tersebut”. seperti yang dikutip persis.or.id Selasa (23/10).

Haris menganggap bahwa, ini adalah pelecehan terhadap agama, kejahatan luar biasa, extra ordinary crime, tidak bisa diterima dengan dalih apapun. pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

“ini bukan hanya kejahatan kepada manusia, tapi sudah menampakkan kebencian terhadap Allah”, kata Haris

Menjaga agama dan simbol-simbol agama adalah salah satu maksud utama Syariat Islam (maqosid as-syariah) yang wajib dipelihara, melecehkannya sama dengan melecehkan agama dan Tuhan. ucap Haris

Sekretaris Umum PP Persis berharap penegak hukum berlaku adil dan memberikan hukuman sesuai dengan bobot kejahatan, kalau tidak, bukan hanya konflik horizontal yang dikhawatirkan terjadi tapi lebih dari itu kita takut murka dan azab Allah.

Baca Juga:

BUKAN SEKEDAR BENDERA, TETAPI IZZAH KAUM MUSLIMIN

PUSHAMI KUTUK PEMBAKARAN BENDERA TAUHID

Seperti yang terekam dalam video yang viral, ada satu anggota banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Belasan anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api. Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan kalimat Tauhid itu. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin semangat menyanyikan Mars NU. Beberapa di antaranya seraya mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan.