Serangan Infiltrasi taliban Berhasil Bunuh Kepala Polisi dan Kepala NDS Kandahar

Duniaekspress.com. (23/10/2018). — Afghanistan — Jenderal Raziq, kepala polisi Kandahar, dan Hassan Khail, kepala NDS provinsi, telah terbunuh dalam serangan Green on Blue Attack. Penyerang yang menyamar menjadi bagian dari militer Afghanistan itu dilatih di sebuah kamp Imarah Islam Afghanistan. Militer AS belum mengidentifikasi pembunuh itu sebagai anggota Taliban, apalagi mengakui bahwa ia dilatih di sebuah kamp Taliban.

Imarah Islam mengunggah video pembunuh Raziq dalam sebuah video yang dirilis di Voice of Jihad, situs web resmi kelompok itu, pada 20 Oktober. Video ini diproduksi oleh Al Hijrah Studio, Cabang Multimedia Imarah Islam Komisi Budaya Afghanistan.

link vidionya : serangan infiltrasi mujahidin taliban ke pihak musuh

Kematian Raziq merupakan pukulan besar bagi pemerintah Afghanistan dan militer AS, dan dapat menyebabkan kekosongan keamanan di wilayah Selatan.

Dia bisa dibilang orang paling berkuasa dan berpengaruh di Afghanistan selatan, serta merupakan sekutu kuat Amerika Serikat di sana.

Raziq mengatur kegiatan anti-Taliban di Kandahar dan jangkauannya diperluas ke provinsi Helmand, Uruzgan, dan Zabul.

Penyerang diidentifikasi sebagai Abu Dajana, yang juga dikenal sebagai Mujahid Hafiz Zabihullah. Abu Dajana diidentifikasi sebagai pengawal Zalmay Wesa, gubernur Kandahar yang terluka parah dalam serangan itu.

“Abu Dajana adalah seorang pencari syahid yang sukses melakukan operasi pada pertemuan penting musuh di Kandahar. Ia menyusup di mana komandan militer Amerika, Miller, dan pejabat tinggi lainnya dari rezim Kabul hadir di sana,” ungkap Imarah Islam dalam pernyataan di video.

Jenderal Austin Miller, komandan Dukungan Tegas serta Pasukan AS – Afghanistan (USFOR-A), tidak terluka dalam serangan itu, namun, dua orang Amerika dan satu anggota NATO terluka selama baku tembak.

Video yang memuji Abu Dajana juga mencakup segmen yang menunjukkan kepadanya pelatihan di sebuah kamp Taliban. Dalam klip video pendek, Abu Dajana ditampilkan menembakkan pistol pada jarak tertentu.

Meski seragan tersebut telah diakui Taliban, namun Amerika enggan mengakuinya.

Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan bahwa “kita perlu menemukan siapa yang melakukan ini” bahkan setelah Taliban mengklaim serangan itu.

Kolonel Dave Butler, juru bicara untuk USFOR-A, menggambarkannya sebagai “insiden Afganistan-Afganistan” dan tidak pernah menyebut nama Taliban.

Militer AS juga menolak untuk mengakui bahwa Miller adalah sasaran serangan, meskipun Taliban telah menyatakannya. (RR).

Sumber: longwarjournal

 

Baca juga, ABDUL RAZIQ TEWAS DALAM SERANGAN THALIBAN