The Story of ISIS : Kisah Awal Pengkhianatan dan Penyimpangan ISIS hingga Menjadi Thaifah Khawarij, Bagian II

Duniaekspress.com (24/10/2018)- Dunia Jihad dibuat bingung oleh oleh jamaah Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) yang kemudian hari mendaulat diri sebagai khilafah islamiyah yang dijanjikan. Padahal mereka adalah sekumpulan orang-orang yang tidak mautsuq (tidak terpercaya), yang tidak bersih aqidahnya, tidak lurus manhajnya, dan nyata penyimpangannya; hingga mereka bermetamorfosis menjadi sekte khawarij modren.

Para ulama senior di kalangan mujahidin maupun ulama panutan dunia internasional telah mengecam ISIS dan berlepas diri dari kebodohan, kekejaman, kemunafikan, dan kekhawarijan yang ada pada mereka. Di antara para ulama tersebut adalah Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, Syaikh Abu Qatadah Al Fillisthini, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al ’Ulwan, Syaikh Abu Bashir Ath Thurtusi, dan Syaikh Abdul Aziz Ath Thuraifi. Demikian juga menyusul penolakan dari Syaikh Yusuf Al Qaradhawi dan Syaikh Abdul Muhsin Al Badr, ketika ISIS menyatakan diri sebagai Khilafah Islamiyah.

Untuk mengetahui hari demi hari, detik demi detik, pengkhianatan, penyimpangan ISIS hingga mereka menjadi jamaah khawarij, maka tulisan ini menghadirkan penkhiatan dan penyimpangan itu secara kronologis.

13 April 2013

Asosiasi Ulama dan Dewan Ilmiah Suriah, yang merupakan perhimpunan tar berbagai ormas Islam regional Suriah mengomentari Deklarasi ISIS dan bai’at JN kepada Al-Qaeda. Dalam pernyataannya mereka mengatakan “kami mengajak saudara-saudara kami JN untuk menarik baiat dan konsekuensinya berupa pertaruhan masa depan berdasarkan ketetapan dan keputusan dari luar,serta berpotensi melemahkan persatuan dan kesatuan internal sesama umat Islam. Kami mengajak mereka untuk memutuskan sesuatu berdasarkan musyawarah dengan ulama dan mujahidin di sana. Inilah jaminan terhindarnya negeri dan masyarakat dari berbagai bencana dan petaka yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah.”

14 April 2013

Al I’tilaf Al Wathani As Suri (Koalisi Nasional Suriah) mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi kabar bergabungnya JN ke Al-Qaeda. “Oposisi Nasional menyampaikan penolakan atas segala hal yang mengancam pandangan rakyat Suriah dan yang melanggar tujuan tujuan revolusi yang agung serta pijakannya, sebagaimana menolak seluruh sikap atau pandangan yang menolak kebebasan berfikir dan pendapat serta aqidah,” tulis Koalisi Oposisi dalam situs resminya etilaf.org

16 April 2013

Ketua Al I’tilaf Al Wathani As Suri (Koalisi Nasional Suriah), Ahmad Muadz Al Khatib, menyeru kepada JN agar melepaskan hubungan dengan Al-Qaeda. Al Khatib juga menjelaskan bahwa pihak oposisi Suriah menolak pemikiran Al-Qaeda. [Sumber: Al-Jazeera]

10 Juni 2013

Al Mirshad As Suri li Huquq Al Insan (Pemantauan Suriah untuk Hak Asasi Manusia) yang merupakan aktivis HAM pro oposisi melaporkan melalui situs resminnya syriahr.com bahwa pihak Hai’ah As Syariyah li Ad Daulah Islamiyah fi Al Iraq wa Syam (ISIS) telah melakukan aksi kriminal dengan membunuh anak berusia 15 tahun di depan kedua orang tuanya di propinsi Halab.

Baca Juga:

The Story of ISIS : Kisah Awal Pengkhianatan dan Penyimpangan ISIS hingga Menjadi Thaifah Khawarij Bagian I

30 Juni 2013

Pimpinan Jamaah Ansharul Islam (JAI) menyampaikan surat kepada para ulama yang menyatakan bahwa ISIS telah menghalalkan darah para mujahid JAI. Para anggota ISIS juga telah melakukan secara langsung pembunuhan terhadap para mujahid JAI. Sebelum JAI telah mengirimkan surat kepada Aiman Adz-Dzawahiri (17/2) terkait kedzaliman ISIS kepada anggota JAI.

31 Oktober 2013

ISIS merilis video pembebasan para tahanan di penjara Abu Ghraib (Abu Gharib) Irak. Video tersebut memperlihatkan ratusan tahanan yang berhamburan keluar dari penjara. Mereka terlihat sangat gembira dan diiringi dengan suara-suara takbir.

8 November 2013

Amir organisasi Al-Qaeda, Aiman Adz-Dzawahiri mengumumkan pembubaran Daulah Islamiyah Irak dan Syam (ISIS). Jumat (08/11/2013) melalui audio yang disebar melalui internet. [Sumber: Al-Jazeera]

19 Desember 2013
Abu Muhammad Al-Jaulani dalam wawancara di Al-Jazeera menepis  pemberitaan media massa yang membesar-besarkan perbedaan pendapat  antara Jabhah Nusrah (JN) dan ISIS. Al-Jaulani mengatakan, “Perbedaan kami dengan ISIS hanyalah sebagian kecil, tak sebesar yang orang lain ada-adakan. Perbedaan pendapat antara kami layaknya apa yang terjadi dalam sebuah keluarga,” kata Amir JN yang dulunya adalah bagian dari ISIS.

Bersambung….