Duniaekspress.com (29/10/2018)- Kelompok militan Daesh atau yang dikenal dengan ISIS berhasil pukul mundur pasukan Kurdi yang disupport Amerika Serikat dari benteng pertahanan mereka di Hajin yang berbatasan dengan Irak pada hari Ahad (28/10).

Seorang komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengkonfirmasi penarikan SDF dari kantong Hajin dekat perbatasan Irak setelah tuhuh pekan melakukan serangan.

SDF, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat, meluncurkan kampanyenya untuk merebut kembali penyelenggaraan Daesh pada 10 September.

Baca Juga:

SERANGAN UDARA KOALISI AMERIKA HANTAM SEBUAH MASJID

LANGGAR PERJANJIAN SOCHI, REZIM ASSAD SERANG IDLIB

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan mereka (SDF, red) telah menghadapi perlawanan sengit dari militan, termasuk di bawah perlindungan badai pasir.

“Dalam serangan balik sejak Jumat hingga Ahad subuh, tanzim Daulah telah mengambil kembali semua posisi di mana SDF telah maju di dalam wilayah Hajin,” kata Abdel Rahman.

Observatorium melaporkan 72 pejuang SDF tewas, karena militan ISIS mengambil keuntungan dari badai yang menghambat penutupan serangan udara koalisi dan mengirim pembom bunuh diri sebagai bagian dari perlawanan mereka.

Komandan SDF mengatakan kepada AFP bahwa pasukannya menghadapi “badai debu yang kuat” dan tidak memiliki pengetahuan lokal tentang medan.

Tidak seperti Daesh, “pasukan kami tidak tahu daerah itu dan tidak bisa bergerak dalam kondisi tidak terlihat,” katanya.

“Bala bantuan militer dan senjata berat telah dikirim ke depan dan beberapa unit akan diganti oleh yang lebih berpengalaman,” kata komandan itu.

“Kami akan meluncurkan kampanye militer baru segera setelah bala bantuan itu tiba,” katanya.

Kativis pemantau memperkirakan lebih dari 300 pejuang SDF dan sekitar 500 gerilyawan Daesh telah tewas dalam pertempuran tujuh minggu terakhir.