Taliban Konfirmasi pertemuannya dengan delegasi Amerika di Qatar

Duniaekspress.com. (29/10/2018). — Afghanistan — Dalam sebuah pernyataan, Imarah Islam atau yang sering dikenal dengan sebutan mujahidin taliban mengkorfirmasi pertemuan dengan delegasi Amerika. Dalam pertemuan tersebut Imarah Islam Afghanistan (IIA/Taliban) diwakili oleh kepala dan anggota biro politiknya di Qatar. Pertemuan tersebut terjadi pada tanggal 12 oktober 2018, menurut pernyataan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut delegasi membicarakan solusi untuk mengakhiri perang panjang di Afghanistan. Peserta pertemuan juga menyepakati untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan pertemuan lanjutan untuk mencapai kesepakatan. Berikut pernyataan lengkap Imarah Islam berkenaan dengan pertemuan dengan delegasi AS:

poto : mujahidin Taliban

Kepala dan Anggota Kantor Politik Imarah Islam Bertemu Dengan Tim Negosiasi AS di Doha

Tim negosiasi Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan – terdiri dari kepala Kantor Politik, Al Haj Muhammad Abbas Stanikzai, wakil kepala Kantor Politik, Mawlawi Abdul Salam Hanafi dan anggota biro Politik Sheikh Shahabuddin Delawar, Qari Deen Muhammad Hanif, Al Haj Muhammad Zahid Ahmadzai dan Muhammad Sohail Shaheen. Mereka bertemu dengan tim negosiasi AS yang memimpin perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, Dr. Zalmay Khalilzad, pada 12 Oktober 2018 di Doha.

Dalam pertemuan tersebut mereka mengadakan diskusi untuk mengakhiri pendudukan dan menemukan resolusi damai untuk konflik Afghanistan.

Perwakilan Emirat Islam menyatakan bahwa kehadiran pasukan asing sebagai hambatan terbesar yang menghalangi perdamaian sejati dan memecahkan berbagai masalah. Delegasi Imarah menambahkan bahwa Afghanistan adalah negeri Islam dan memiliki nilai-nilai dan budaya Islam sendiri.

Dengan mengingat hal itu, upaya harus dilakukan terhadap solusi yang benar dari dalam Afganistan sendiri. Pada akhirnya kedua pihak sepakat untuk terus mengadakan pertemuan di masa depan.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabihullah Mujahid

 

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, AMERIKA AKAN TARIK PASUKANNYA DARI AFGHANISTAN