Duniaekspress.com (30/10/2018)- Ketua biro politik gerakan perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniya mengirimkan surat belasungkawa kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada hari Senin (29/10).

Dalam Suratnya Haneya mengatakan, “Kami di Hamas sangat bersedih, namun ridho dan menerima ketentuan Allah ini” kutip Pusat Informasi Palestina, Selasa (30/10/2018)

“Dengan ini Hamas mengungkapkan bela sungkawa yang mendalam dan kesedihan teramat sangat kepada para korban khususnya dan bangsa Palestina umumnya, semoga Allah senantiasa memberikan curahan rahmatNya. Kepada keluarga korban yang ditinggalkan semua mendapatkan kesabaran dan ketabahan” tambahnya.

Baca Juga:

SEPAK TERJANG DONALD TRUMP DALAM MERUSAK PERDAMAIAN PALESTINA-ISRAEL

MUSIM DINGIN MENAMBAH PENDERITAAN PENGUNGSI SURIAH

Dalam kaitan ini, Haneya mengungkapkan solidaritasnya secara total terhadap Indonesia dan rakyatnya, semoga Allah senantiasa menjaga dan menjauhkan dari segala mara bahaya. Kami berdoa semoga Indonesia dilimpahkan ketentraman dan kemajuan serta kesejahteraan.

Sebelumnya diberitakan Pesawat Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkal Pinang yang sempat hilang kontak dinyatakan telah jatuh ke laut di sekitar Karawang, Jawa Barat.

“Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB,” jelas Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sindu Rahayu.

Pesawat Lion Air yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi, juga 2 pilot dan 5 pramugari, telah hilang kontak selama kurang lebih tiga jam.