Tangan penjajahan Amerika terpotong di Afghanistan setelah 17 tahun berperang

Duniaeskpress.com. (30/10/2018). — Afghanistan — Tujuh belas tahun yang lalu pada tanggal 7 Oktober 2001, Amerika melancarkan serangan terhadap Afghanistan dengan alasan yang lemah. Dimulailah permainan baru dengan melemahkan nilai-nilai agama yang mencolok, genosida, kekerasan dan penindasan terhadap masyarakat Afghanistan yang tertindas. Setiap orang Afghanistan yang menolak pemerintah bentukan Amerika disebut sebagai teroris dan menyerangnya.

Selama tujuh belas tahun terakhir, tidak ada siang atau malam yang dilalui penjajah dan agen lokalnya tanpa momen pembantaian, penyerbuan dan menjatuhkan bom kepada warga sipil Afghanistan.

poto : pasukan amerika yang sedang mengepakuasi kawannya yang terluka

Para penjajah Amerika menguji teknologi baru pada rakyat Afghan, mulai dari ibu dari semua bom (mother of bomb) hingga senjata thermobarik, setiap bom dijatuhkan bak hujan. Mulai dari drone sampai B-52, setiap jenis pesawat digunakan dengan bebas untuk melakukan serangan biadab terhadap warga sipil yang tak berdaya.

Menurut data statistik, sebagai akibat dari serangan udara dan pesawat tak berawak, dan serangan lainnya yang dilakukan pasukan Amerika dan tentara boneka mereka selama tujuh belas tahun terakhir, empat ratus ribu warga Afghanistan telah kehilangan nyawa, satu juta terluka dan dua juta orang ditawan di berbagai penjara dan menjadi sasaran kekerasan. Serangkaian penindasan dan serangan brutal ini masih terus berlangsung sampai sekarang.

Selama tujuh belas tahun terakhir, mulai dari mantan Presiden Bush, kedua Barack Obama dan sekarang Trump, para agresor bereksperimen dengan setiap jenis kebijakan kekerasan dan tidak berhasil.

Dengan rahmat dan pertolongan dari Allah serta keberanian rakyat Afghanistan, Amerika yang arogan menghadapi kekalahan dan harga dirinya hancur, dan jihad suci terus berlangsung. Semangat para Mujahidin sangat tinggi sementara semangat musuh melemah dari hari ke hari.

Sebaliknya, Allah Yang Maha Tinggi memberikan pertolongan dengan senjata dan keberanian Mujahidin. Saat Bush lengser dari kursi kekuasaan dan meninggalkan Gedung Putih dengan penh kesedihan menyatakan; bahwa kita menyerang Afghanistan dan mengakhiri pemerintahan Taliban tetapi tentara Amerika tidak bisa istirahat di sana dan setiap hari tentara Amerika terbunuh dan terluka di Afghanistan.

Barack Obama mengakui dalam pidato terakhirnya kepada para komandan Amerika di Pentagon bahwa meskipun ia telah mengerahkan kekuatan penuh Amerika, tetap tidak berhasil dalam mengalahkan atau memperlemah Taliban.

Trump telah mengumumkan dan memulai strategi mematikan dan kebijakan kejam untuk pembunuhan massal rakyat Afghanistan. Namun dengan Anugerah Allah kebanggaannya dirusak dengan senjata Mujahidin dan sangat cepat. Maka ia kemudian mengumumkan perjanjian untuk menyembunyikan kegagalan mereka.

Emirat Islam mengenang 7 Oktober suatu hari penuh dengan kesulitan, masalah dan kehancuran sebagai akibat dari serangan dan agresi Amerika di Afghanistan. Dan hari ini menjadi hari yang memalukan bagi para agresor dan penguasa bonekanya.

Hari itu sudah dekat seperti kekalahan penjajah Inggris dan Uni Soviet, masyarakat Afghanistan akan mendengar kabar baik tentang kemerdekaan Afghanistan dari tiran Amerika dan akan merayakan kemerdekaan. Dan itu tidak sulit bagi Allah.

poto : pasukan penjajah amerika serikat di afghanistan

AS Baru Sadar Setelah 17 Tahun Berperang

Setelah invasi dan pendudukan militer AS selama tujuh belas tahun, para pejabat Amerika Serikat tampaknya telah mencapai kesimpulan untuk berbicara dengan Imarah Islam Afghanistan untuk mengakhiri perang melalui dialog.  Pemahaman AS terjadi setelah tujuh belas tahun pemboman, operasi militer dan sejumlah besar strategi gagal mencapai tujuan mereka.

Kesimpulan oleh pejabat Gedung Putih ini berasal dari pengalaman yang diperoleh selama tujuh belas tahun adalah keputusan yang rasional dan sebuah pelajaran yang bisa dipetik penjajah. Pertemuan dan pembicaraan antara wakil-wakil Kantor Politik Imarah Islam dan perwakilan dari Departemen Luar Negeri AS (Zalmay Khalilzad) adalah jalan penting untuk mencapai pemahaman dan mencapai perdamaian yang telah menarik perhatian semua orang.

Pada saat yang sama, inisiatif ini merupakan tanggapan positif terhadap seruan perdamaian dari Imarah Islam – sebagai wakil rakyat Afganistan – yang disajikan kepada pemimpin Amerika dua puluh tahun sebelumnya. Tujuan Imarah Islam adalah untuk mengakhiri perang panjang dan krisis yang mengganggu Afghanistan dan untuk melindungi bangsa Afghanistan dari penderitaan dan masalah yang timbul dari konfrontasi dengan kekuatan regional atau global.

Imarah Islam meyakini bahwa apa pun pertikaian antara para pejabat Amerika dengan Afghanistan, mereka dapat menyelesaikannya melalui dialog. Setelah invasi Amerika dan perang tujuh belas tahun, Imarah Islam, bersama dengan jihad bersenjata, tetap membuka pintu dialog dengan para penjajah. Imarah Islam selalu menekankan pada negosiasi yang bermakna dengan para penjajah asing.

Akan jauh lebih baik jika para pejabat Amerika mau menanggapi secara positif solusi damai yang ditawarkan oleh Imarah Islam bertahun-tahun sebelumnya untuk mencegah pembantaian dan korban jiwa yang telah terjadi selama perang ini. Tetapi para pejabat Amerika baru menyadari urgensi perdamaian sekarang, namun itu belum terlambat. Imarah Islam menyambut setiap upaya untuk mengakhiri pendudukan dan malapetaka militer yang berlangsung di Afghanistan.

Upaya untuk mencapai perdamaian penting untuk melindungi aspirasi terbesar orang-orang Afghan (pemerintahan Islam) di samping kehidupan, kekayaan, dan kehormatan mereka.

Bangsa Afghanistan berharap dialog dan perundingan langsung Afgan-Amerika akan menyelesaikan masalah Afghanistan dan mengakhiri perang yang diikuti dengan pendudukan. Setelah begitu banyak kesulitan dan penderitaan dengan mempersembahkan pengorbanan besar selama beberapa dekade terakhir akhirnya (dengan ijin Allah) akan dapat mencapai impian kehidupan yang damai dan berdaulat.

 

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, TALIBAN KONFIRMASI PERTEMUANNYA DENGAN DELEGASI AMERIKA DI QATAR