The Story of ISIS : Kisah Awal Pengkhianatan dan Penyimpangan ISIS hingga Menjadi Thaifah Khawarij

Duniaekspress.com (30/10/2018)- Dunia Jihad dibuat bingung oleh oleh jamaah Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) yang kemudian hari mendaku-diri sebagai khilafah islamiyah yang dijanjikan. Padahal mereka adalah sekumpulan orang-orang yang tidak mautsuq (tidak terpercaya), yang tidak bersih aqidahnya, tidak lurus manhajnya, dan nyata penyimpangannya; hingga mereka bermetamorfosis menjadi sekte khawarij modren.

Para ulama senior di kalangan mujahidin maupun ulama panutan dunia internasional telah mengecam ISIS dan berlepas diri dari kebodohan, kekejaman, kemunafikan, dan kekhawarijan yang ada pada mereka. Di antara para ulama tersebut adalah Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, Syaikh Abu Qatadah Al Fillisthini, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al ’Ulwan, Syaikh Abu Bashir Ath Thurtusi, dan Syaikh Abdul Aziz Ath Thuraifi. Demikian juga menyusul penolakan dari Syaikh Yusuf Al Qaradhawi dan Syaikh Abdul Muhsin Al Badr, ketika ISIS menyatakan diri sebagai Khilafah Islamiyah.

Untuk mengetahui hari demi hari, detik demi detik, pengkhianatan, penyimpangan ISIS hingga mereka menjadi jamaah khawarij, maka tulisan ini menghadirkan penkhiatan dan penyimpangan itu secara kronologis.

Baca Juga:

The Story of ISIS : Kisah Awal Pengkhianatan dan Penyimpangan ISIS hingga Menjadi Thaifah Khawarij Bagian I

THE STORY OF ISIS, PART II

16 Januari 2014

Situs-situs jihad merilis arsip dokumen nasehat dari Abu Khalid As-Suri rahimahullah. Sebagai tokoh seniormujahidin dan utusan Al-Qaeda Pusat untuk mendamaikan perselisihan kelompok-kelompok jihad di Suriah, Abu Khalid As-Suri menulis nasehat kepada mujahidin ISIS. Nasehat tersebut beliau tulis setelah selama berbulan-bulan bekerja keras untuk mendamaikan JN dan ISIS. Diantara nasehat tersebut adalah penegasan beliau bahwa sesungguhnya pihak yang meraih keuntungan terbesar dari peperangan intern ini adalah rezim Bashar Asad.

23 Januari 2014

Yayasan Media As-Sahab, sayap media Tanzhim Qa’idatul Jihad atau lebih dikenal dengan nama Al-Qaeda, bekerjasama dengan Al-Fajr Media Center merilis pernyataan resmi status hubungan organisatoris antara jama’ah Al-Qaeda dan jama’ah Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Pernyataan resmi itu juga menjelaskan sikap Al-Qaeda terhadap konflik intern antar kelompok mujahidin di Suriah dan seruan untuk segera menyelesaikannya melalui lembaga pengadilan syariat. Dalam pernyataan tersebut Qa’idatul Jihad (Al-Qaeda Pusat) mengumumkan bahwasanya tiada hubungan [organisasi] antara dirinya dengan ISIS, dimana Al-Qaeda tidak pernah berfikir untuk membuat ISIS, tidak pernah dimintai perintah tentangnya, tidak pernah diajak bermusyawarah tentangnya dan juga tidak rela dengannya.

27 Januari 2014

Komando ISIS melalui sayap media al I’tishom pada hari Senin (27/1) merilis tanggapan atas proposal inisiatif perdamaian “Mubadarah al Ummah” yang dibuat oleh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini, seorang ulama yang banyak berjasa dalam mendamaikan setiap konflik antar kelompok Mujahidin Suriah. Dalam penjelasannya tersebut, ISIS tidak menyatakan penolakan dan menentang proposal perdamaian tersebut. Mereka justru meminta penjelasan lebih dalam atasnya, sebelum memberikan persetujuan untuk ikut andil di dalamnya.

6 Februari 2014

Sejumlah Mujahidin Suriah dari berbagai faksi diantaranya; Jabhah Nusrah, Ahrar Syam, Jabhah Islamiyah, dan berbagai katibah (brigade) lainnya melakukan aksi pembebasan penjara Halab/Aleppo yang menahan ribuan kaum Muslimin.

7 Februari 2014

Di medan tsughur kota Syadadi, propinsi Hasakah, para tentara JN melakukan ribath di depan musuh-musuh Allah pasukan rezim Nushairiyah dan sekutu-sekutunya milisi PKK [Partai Buruh Komunis Kurdistan, red] setelah Jabhah Nushrah membebaskan 18 desa dari cengkeraman pasukan murtad dan mampu meraih kemajuan yang sangat pesat dari arah front ini, atas karunia Allah semata.

Tiba-tiba jama’ah ISIS datang mengepung markas-markas JN di sana dan menguasai beberapa posko militer milik JN serta menuntut anggota JN untuk menyerahkan senjata mereka dengan cara yang tidak benar. [Sumber: Al-Manarah Al-Baidha’]

9 Februari 2014

Media Al-I’tisham, sayap media Departemen Informasi Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) propinsi Deir Ezzur merilis bantahan resmi terhadap rilisan resmi Jabhah Nushrah dan Ahrar Asy-Syam terkait peristiwa di Hasakah (7/2). Dalam rilis tersebut kelompok ISIS menyatakan dirinya bukanlah sekedar sebuah jama’ah seperti jama’ah-jama’ah lainnya melainkan adalah sebuah Daulah Islam, sehingga posisi JN adalah bughat.

23 Februari 2014

Abu Khalid As-Suri, gugur sebagai syahid pada Ahad (23/2/2014) oleh serangan bom bunuh diri yang menghantam salah satu kantor mujahidin Ahrar Asy-Syam di kota Aleppo.

Abu Khalid As-Suri adalah seorang ulama dan komandan senior mujahidin Suriah. Dia berjihad bersama Abdullah Azzam di Afghanistan pada masa perang melawan penjajah komunis Uni Soviet. Dia kemudian berjihad bersama Usamah bin Ladin dan Aiman Adz-Dzawahiri di Afghanistan – Pakistan melawan penjajah salibis Amerika dan NATO. Kemudian Aiman Az-Zhawahiri mengutusnya ke Suriah untuk mendamaikan konflik antar kelompok mujahidin di Suriah.

23 Februari 2014

Mujahidin Jabhah Nushrah secara resmi menyatakan ungkapan belasungkawa atas gugurnya Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah. Jabhah Nushrah menuduh ISIS sebagai pelakunya. [Sumber: Al-Manarah Al-Baidha’].

23 Februari 2014

Media resmi Jabhah Islamiyah merilis wawancara Abu Abdullah Al-Hamawi Hasan Abbud selaku Amir Ahrar Asy-Syam sekaligus ketua kantor politik Jabhah Islamiyah dengan Stasiun TV Al-Jazeera. Wawancara ini dilakukan via telepon beberapa jam setelah tragedi pembunuhan Abu Khalid As-Suri (tokoh senior mujahidin, yang merupakan utusan dari Aiman Adz Dzawahiri).

Hasan Abbud menyalahkan ISIS dalam tragedi tersebut dan menyatakan bahwa kelompok Al-Baghdadi (ISIS) telah menyerang sejumlah mujahidin selama sembilan bulan yang telah lewat ini.

25 Februari 2014

Al-Jaulani mengultimatum kelompok ISIS untuk menyetujui penengah independen oleh para ulama untuk mengakhiri perseteruan lebih dari satu tahun yang telah berubah menjadi kekerasan di beberapa daerah di Suriah. Dalam rilis tersebut Pimpinan Al-Qaeda cabang Suriah tersebut mengatakan, “Kami akan menunggu selama lima hari dari tanggal rekaman ini untuk jawaban resmi,” kata Al-Jaulani yang mengancam akan memerangi ISIS jika tidak menerima tawaran tersebut.

1 Maret 2014

ISIS membantah tuduhan pembunuhan terhadap Abu Khalid As-Suri. ISIS memastikan bahwa mereka tidak memerintahkan pembunuhan terhadap tokoh Ahrar Syam tersebut. ISIS juga membantah stigma khawarij yang dituduhkan kepada mereka. “Kami menegaskan bahwa semua sikap dan keputusan kami tidak bersumber kecuali dari Amirul Mukminin, Syaikh al-Baghdadi hafizhahullah dan Majelis Syuro, bukan anggota biasa atau para penuntut ilmu”, jelas rilis tersebut.