Duniaekspress.com (31/10/2018)- Kementerian Dalam Negeri Tunisia melaporkan, seorang wanita meledakkan dirinya pada hari Senin (29/10) di pusat ibu kota Tunisia,  Tunis dekat patroli polisi.

Juru bicara kementerian, Sofiene Zaag, yang dialnsir Anadolu Agency mengatakan bahwa seorang wanita 30 tahun meledakkan dirinya di sebuah kendaraan polisi yang terletak di jalan Habib Bourguiba, ibukota Tunisia yang terkenal.

“Ledakan tersebut menyebabkan sembilan orang terluka, delapan diantaranya merupakan perwira polisi. kata Zaag.

“Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan kecuali pembom,” terangnya.

Belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman itu.

Baca Juga:

SIDANG SYAIKH SALMAN AL-AUDAH DITUNDA

ISIS KLAIM TANGGUNG JAWAB ATAS SERANGAN BOM DI DIYALA

Sementara itu kantor berita Middle East Eye memberitakan bahwa serangan dilakukan oleh seorang wanita 30 tahun yang hanya bernama Mouna, yang tidak memiliki latar belakang militan.

“Wanita itu meninggalkan kotanya tiga hari lalu dan memberi tahu keluarganya bahwa dia akan pergi ke ibu kota untuk mencari pekerjaan,” kata Walid Hkima seorang pejabat di kementerian dalam negeri.

Dia memiliki gelar sarjana dalam bahasa Inggris dan berasal dari gubernur pesisir Mahdia, tambahnya.

Ini adalah serangan pertama di ibukota Tunisia sejak November 2015 ketika sebuah bom bunuh diri, yang diklaim oleh Daesh, menewaskan 12 agen keamanan di sebuah bus untuk pengawal presiden.

Pada Juni 2015, 38 orang tewas dalam tembak-menembak di resor pesisir Sousse di negara itu yang menjadi sasaran turis, sementara serangan lain pada tahun yang sama di Museum Bardo Nasional di Tunis menyebabkan 22 orang tewas.

Sejak November 2015, negara telah berada dalam keadaan darurat di seluruh negara, yang terakhir diperpanjang awal bulan ini hingga 6 November, di tengah iklim politik yang tegang menjelang pemilihan legislatif dan presiden yang direncanakan untuk tahun depan.