Duniaekspress.com (1/11/2018)- Cinta Arab yang menyala-nyala pada Israel telah sampai kepada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terutama sejak Donald Trump berkuasa di Amerika. Beberapa rezim Arab ingin mengabdikan diri untuk membangun pertahanan dari sebuah fase tirani baru yang melampaui pendahulunya untuk duduk di atas takhta dengan meyakinkan bahwa tidak ada seorangpun yang meninggung masalah Palestina.

Sepanjang 70 tahun pembantaian yang dilakukan penjajah Zionis terhadap rakyat Palestina tidak pernah berhenti. Entitas ini (penjajah Zionis) adalah satu-satunya penjajah yang masih eksis seluruh dunia. Semua negara telah mendapatkan kemerdekanya. Kecuali bangsa Palestina yang masih mendekam di bawah pendudukan penjajah Zionis. Alih-alih mendukung sesamanya, sebagian berusaha menghindari untuk melawannya di ladang normalisasi.

Baca Juga:

SEPAK TERJANG DONALD TRUMP DALAM MERUSAK PERDAMAIAN PALESTINA-ISRAEL

Pada saat penembak jitu pendudukan Israel menumpahkan darah warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, kedua tangan Sultan Oman terbuka lebar menyambut PM Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya di ibukota Muscat. Ini adalah komedi hitam yang tidak berhenti pada satu ibukota saja. Suara normalisasi sudah “menyalak” di beberapa ibukota Arab berpindah-pindah antara Manama, Abu Dhabi dan Muscat, dan kota-kota lainnya yang masih “bersembunyi”.

Beberapa hari terakhir terungkap eskalasi indikasi normalisasi dengan entitas Zionis secara signifikan di berbagai bidang, politik, olahraga dan bahkan militer. Bahkan salah satu negara meminta maaf kepada entitas Zionis karena tidak memberitahu kejuaraan sebelumnya dan berjanji untuk memperbaiki kesalahan ini. Ini benar-benar terjadi ketika pemain Judo Israel memenangkan pertandingan di sebuah turnamen olahraga di Abu Dhabi.

Di masa lalu, pertemuan-pertemuan normalisasi Arab-Israel, hanya melalui bocoran-bocoran media. Tapi hari ini dilakukan dengan terang-terangan, tidak dirahasiakan lagi. Di pertontonkan ke publik. Rezim ini tidak ada lagi rasa malu atas tindakannya. Bahkan dengan bergegas memberikan persembahan kesetiaan dan ketaatan kepada Tel Aviv.

Baca Juga:

SERANGAN UDARA ISRAEL TARGETKAN ANAK PALESTINA

“Bunuh .. dan kepung .. Kami adalah bedak kosmetik untuk mempercantik kejahatanmu .. Kami adalah selimut hangatmu… Kami pelindungmu dan orang-orang Palestina akan tunduk pada persyaratanmu.” Apakah ini pesan langsung yang ingin disampaikan rezim-rezim Arab yang melakukan normalisasi Israel. Tetapi ada orang-orang yang bertanya-tanya mengapa rezim-rezim Arab menggantungkan nasibnya pada entitas metamorfosis yang terbuang di semua bagian dunia, dan memalingkan punggungnya pada bangsanya?

Pertaruhan beberapa rezim dan pilihan-pilihan mereka terhadap Palestina telah membuat mereka terisolasi dari rakyat. Karena bagaimana melupakan bahwa Israel adalah entitas yang membunuh ribuan orang Palestina, menghancurkan ratusan desa dan memenuhi penjaranya dengan ribuan warga Palestina. Sementara jutaan pengungsi Palestina di di berbagai belahan dunia menunggu untuk kembali ke tanah airnya.

Sumber: Pusat Informasi Palestina