Duniaekspress.com (1/11/2018)- Kejahatan karena kebencian yang ditujukan kepada Islam telah memotivasi banyak Muslim di Amerika Serikat untuk terjun ke dunia politik, kata seorang pengacara Muslim sekaligus penulis opini untuk New York Times.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan Selasa (30/10), Wajahat Ali mengatakan kehadiran Muslim dalam politik Amerika bisa jadi memicu rasa takut di antara mereka yang mendukung pelarangan pendatang dari negara mayoritas Muslim, pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko dan pembatasan terhadap pengungsi.

Ali mengutip laporan Associated Press pada Juli yang mengungkapkan bahwa justru kefanatikan dan kebencian yang diarahkan terhadap Islam termasuk komentar dan tweet oleh Presiden AS Donald Trump telah memotivasi begitu banyak Muslim untuk masuk ke arena politik.

Menurut Engage, sebuah kelompok hak-hak sipil Muslim, ada sekitar 100 Muslim yang mencalonkan diri di tingkat negara bagian dan nasional tahun ini.

Baca Juga:

MUJAHIDIN HTS BANTAH ATAS KLAIM REZIM SYI’AH NUSHAIRY

BOM BUNUH DIRI TEROR TUNISIA

Pada awal Agustus, Rashida Tlaib, seorang warga Amerika keturunan Palestina dan mantan anggota legislatif negara bagian Michigan, menang tipis dalam pemilihan awal partai Demokrat di negara bagian itu, mengalahkan Brenda Jones, Presiden Dewan Kota Detroit, dan akan melaju menjadi wanita Muslim pertama di Kongres AS.

Ilhan Omar, seorang warga Amerika keturunan Somalia yang datang ke AS lebih dari dua dekade lalu sebagai pengungsi dari Kenya, diperkirakan akan menang dalam pemilu paruh waktu bulan depan, menggantikan Keith Ellison di Minnesota.

“Mayoritas kandidat Muslim tidak maju dengan membawa identitas agama mereka tetapi sebaliknya sebagai seorang demokrat yang mempromosikan platform progresif tanpa ragu-ragu,” kata Ali.

Para pemula dan veteran politik Muslim ini bukanlah yang pertama menunjukkan bahwa keyakinan agama yang dipegang teguh dapat menginspirasi komitmen untuk keadilan sosial, katanya.

“Tetapi ketika kemunafikan orang-orang yang mengklaim mewakili hak agama Kristen sangat mencolok, mereka kembali mengingatkan bahwa menjadi taat tidak harus dan tidak seharusnya berjalan seiring dengan diskriminasi terhadap wanita, minoritas dan orang miskin,” tulisnya.

“Warga Muslim ada di sini, mereka mencalonkan diri dan beberapa akan melaju ke Washington, di mana mereka akan melakukan sesuatu yang telah gagal dilakukan oleh anggota kongres lainnya untuk waktu yang lama, melayani Tuhan dengan cara melayani banyak orang,” kata Ali.

Sumber: Anadolu Agency