Konflik Internal para petinggi ISIS yang diawali masalah takfir

Duniaekspress.com. (01/11/2018). Belum lama ini muncul fatwa terbaru dari Aman Abdurrahman tentang bayan pencabutan fatwa lamanya tentang keharusan merinci pencoblos (1), akibat dari perincian tersebut Aman Abdurr ahman sempat dikafirkan oleh kelompok ISIS di Indonesia, akibatnya beliau dipaksa mencabut fatwa-fatwa lamanya dan memusnakan karya-karyanya tentang “Keharusan Merinci Pencoblos”.(2).

Membaca,
(1). Kelompok aman selama ini memang meyakini bahwa pemilu adalah bagian dari demokrasi yang di hukumi Syirik akbar, pelakunya diyakini musyrik dan murtad, mereka mengkafirkan demokrasi , tetapi hanya dibatasi presiden, menteri, anggota DPR, DPRD 1 & 2 kafir , sedangkan yang mencoblos dirinci karena awam.

(2). Isi dari bayan terbaru adalah sbb ;* * Mi l lah Ibrahim* * : Alhamdulillahi rabbil ‘aalamii n. . Dengan segala kondisi dan keterbatasan ustadz  Aman abdurrahman als Abu Sulaiman memberikan jawaban atas nasehat dan perhatian ikhwan” yangk hususnya ada di daulah sebagaimana yang mereka tulis dalam BAYAN  IKHWAN-IKHWAN INDONESIA YANG ADA DI DAULAH, maka demikian apa yang beliau tulis setelah membacanya: BAYAN PENEGASAN. Ana Abu Sulaiman dengan bayan ini menegaskan dan memperjelas Bayan sebelumnya:

” Bahwa ana rujuk dari paham tidak takfir semua pencoblos Pemilu dan dari paham perincian PNS Kepada pengkafiran semua pencoblos karena hakikat Pemilu dan Demokrasi itu adalah hal yang dijaherkan dan di dengung-dengungkan oleh pengusungnya sejak ia menjadi sistem bagi Negara ini, baik dal m buku-buku pelajaran, buku-buku umum yang di jual bebas, koran, majalah, TV, Radio, Seminar dan lain sebagainya, sehingga bukan khafiy lagi. Sedangkan kejahilan terhadap hakikat itu hanya ada dalam suatu yang di sembunyikan. Dengan penjaheran oleh para pengusungnya maka menjadi dhahirah. Ana mengkafirkan semua PNS dan semua orang yang bekerja untuk kepentingan pemerintah thaghut ini, karena dengan tindakannya ini dia telah bergabung dengan sistem kafir dan mengokohkannya. Dan Ana himbau kepada semua agar menghapus semua materi ana yang ada di Millah ibrahim baik Ceramah atau Tulisan yang bertentangan dengan bayan ini, dan agar menghapus semua tulisan Al Maqdisiy, Abu Qatadah juga Abu Bashir yang ada di Millah ibrahim. Dan Millah ibrahim agar di hentikan dulu sampai dibersihkan dari itu semua. Semoga Allah t a’ala mengampuni apa yang telah lalu dari diri yang lemah lagi penuh dosa ini . (Abu Sulaiman) 19 syawwal 1438 H. Tambahan dari beliau. Nb: Qadarullah sejak ana di isolasi  dari realita, tidak satupun tulisan atau bayan dari daulah atau dari ikhwan yang sampai ketangan ana, kecuali ri salah  . . . . Yang sampai ke ana pertengahan Ramadhan dan Risalah ikhwan indonesia . . . . . . . . Yang sampai ke ana tanggal 19 syawwal 1438 H. Seandainya ana mengetahui sejak awal tentu Bayan rujuk dan taubat pun muncul sejaka wal. Namun apa di kata isolasi membuat ana tidak mengetahui perkembangan yang terjadi dan itu batas ilmu dan kemampuan ana saat itu. Semoga Allah ta’ala mengampuni dosa ana, kesesatan pemahaman dan penyesatan, itu semua batas ilmu ana. Semoga Allah ta’ala memberikan karunia ilmu dan pemahaman. . . . . . selesai perkataan beliau. Demikian bayan rujuk dan taubat beliau atas kekeliruannya selama ini terutama dalam INTI KHOBAT DAN PNS semoga dengan tulisan yang sedikit ini dari beliau, ikhwan-ikhwan merasa tercukupkan dan bisa memahami beliau. . . Wallahu t a’ al aa’ l am. . . . .19Sy awwal 1438 H.

Perkembangan internal ISIS di Indonesia memang sangat menarik, hal tersebut tidak dapat dilepaskan kontra diksi teologisnya yang selalu berbenturan dengan tataran realitas, hal ini menyebabkan persoalan internal ISIS di pusatnya Roqqoh timur Suriah. Perkembangan terakhir di Suriah juga tidak kalah rumitnya, perselisihan akibat kesalahan strategis yang sering kali memicu per tikaian sesama mereka, di antaranya adalah kebingungan i tu terus meningkat bersamaan dengan kabar simpang siurnya kematian pemimpin mereka Abu Bakar Al Baghdadi. Praktis, komando dipegang oleh Dewan Syura atau yang di kenal Al Qaradish( nama ini di sandarkan pada markas rahasia Dewan Syura di Deir Zour ) .

Kesenjangan antara sesama komandan yang masih hidup semakin melebar beberapa pekan terakhir .Terutama semenjak kaburnya bendahara keuanganI SIS di MousulkeTurki, yang bernama Salim Mustafa Muhammad al Mansur , asal Iraq, Tak hanya ditingkat komandan lapangan, kesenjangan itu juga mulai terjadi ditingkat komandan inti dan juga ulama.

Bukti kuat yang menunjukkan perpecahan di dalam tubuh ISIS di Deir Zour terlihat dari fatwa dan keputusan yang keluar . Seperti contoh, keputusan Nafiir Aam atau wajib militer. Pemimpin ISIS “Wil ayat Al Khair ”, Abu Aisyah Al Jazairi , termasuk korban terbesarnya. Ia ditangkap karena dituduh“ lalai atas kaburnya para komandan lapangan dariwilayah ISIS”. Keputusan tersebut juga menyebabkan kasus banyak perpindahan menuju daerah lain.

Perpecahan paling menonjol terjadi setelah te bunuhnya Mufti ISIS warga negara Bahrain, Turky Ben ali akibat serangan udara di kota Al ‘ Asyarah. Musibah tersebut di susul perselisihan tajam antara senior Dewan Syariah di kota Al Mayaden. Klimaksnya, Menteri Pendidikan Wilayat Al Khair Said Al Ghannas( sebelum gabung, dia dijebloskan ke penjara oleh ISIS karena mengkafirkan ISIS), Abu Abdul  ah Al Kuwaiti dan AbuTurab Al Liby mengeluarkan fatwa yang mengungkapkan bahwa para pendahulu mereka, seperti Abu Mush’ab Al Zarqawi , Abu Umar Al Baghdadi dan Turki Ben ali ber paham khawarij .Mereka beralasan, para pendiri IS( saat ini ISIS) itu tidak menganggap murtad orang yang bodoh dalam urusan agama, maksudnya mereka( para pendiri IS) menganggap kafir karena kebodohan tidak kafir .

Perselisihan ini pun memaksa Dinas Keamanan ISIS turun tangan dan menangkapi kelompok pendukung pemikiran Ghannas yang di tuduh takfiri. Perintah ini keluar dari Amir Pelatihan Syariah, Abu Shuhaib Al Iraqi, Abu Abdurrahman Al Idliby dan Abu Hisam At Tunisi .Hal semakin membuktikan bahwa terjadi perselisihan diantara sesama mereka, Turki Bin Ali Yang juga pernah merasakan penjara bawah tanah ISIS karena tidak mau mengkafirkan Al-Qaidah danThaliban, sehingga orang-orang Turki bin Ali semisal Abu Shuhaib Al Iraqi, Abu Abdurrahman Al Idliby dan Abu Hisam At Tunisi menangkapi pengaruh Ghulat Takfiri yang dipimpin Al Hazimi, Abu Maysarah Asy Syami dan Abu Jafar Al Hataff. Orang-orang yang ditangkap tersebut sampai saat ini ti dak diketahui keberadaannya.

Perselisihan ini otomatis merubah fatwa keagamaan yang selama ini menjadi pegangan di pusat komando ISIS, yaitu kafirnya penganut demokrasi adalah masalah rincian sedangkan penganut Al Hazimi dkk tidak ada Udzhur bagi yang awam, berkuasanya kelompok Al Hazimi 3 dkk menyebabkan pengikut ISIS di seluruh dunia menjadi lebih ekstrem, yang menyebabkan mereka banyak berkonfrontasi di Libya, Suriah, Afghanistan dan di Indonesia, karena keharusan mengikuti Fatwa pusat ISIS. (RR).

 

Baca juga, SETELAH BANYAK KEKALAHAN ISIS MENARIK FATWA