Duniaekspress.com (2/11/2018)- Pihak berwenang Mesir pada hari Kamis menahan sembilan orang, termasuk tujuh wanita, menurut sumber yang dekat dengan kelompok yang dilarang di Mesir Ikhwanul Muslimin.

Beberapa sumber dari anggota Ikhwan mengatakan bahwa sembilan orang itu telah ditahan dari rumah mereka di Kairo dan Giza pada Kamis dini hari.

“Keberadaan mereka tetap tidak diketahui sampai sekarang,” kata sumber-sumber, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (1/11/2018).

Baca Juga:

PENISTA AGAMA DIBEBASKAN, AKAN ADA AKSI MASSA DI PAKISTAN

DOKUMEN SKANDAL ISIS DAN OKNUM MILITER IRAK TERUNGKAP

Menurut sumber yang sama, Aisha, putri dari wakil pemimpin Ikhwan yang dipenjarakan, Khairat al-Shater, ditangkap bersama suaminya, pengacara dan aktivis hak asasi Mohamed Abu Hurayrah.

“Bahaa Ouda, saudara dari anggota Ikhwan yang dipenjarakan (mantan menteri pengadaan) Bassem Ouda, juga ditahan, tambah sumber tersebut, yang berbicara secara anonim karena kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Hoda Abdel-Moneim, seorang tokoh oposisi wanita terkemuka dan mantan anggota Dewan Hak Asasi Manusia yang dikelola pemerintah Mesir, juga dilaporkan di antara mereka yang ditangkap.

Baca Juga:

MESIR BEKUKAN ASET IKHWANUL MUSLIMIN

KAIRO MINTA PENGADILAN ULANG UNTUK PEMIMPIN IKHWANUL MUSLIMIN

Pada 2013, Mohamed Morsi, presiden terpilih pertama Mesir, digulingkan dan dipenjarakan dalam kudeta militer berdarah.

Sejak itu, pihak berwenang Mesir telah melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menewaskan ratusan lawan politik dan melemparkan ribuan lainnya di balik jeruji besi.