Duniaekspress.com (2/11/2018)- Dialog dengan pemerintah berjalan buntu, kelompok-kelompok agama menyerukan aksi protes nasional pada hari ini Jum’at (2/11) untuk menentang pembebasan seorang wanita Kristen yang telah di vonis mati atas penodaan agama.

Allama Khadim Hussain Rizvi, pemimpin kelompok Sunni Tehreek e Labbaik Pakistan (TLP), dalam akun twitternya mengumumkan kegagalan pembicaraan dan menyerukan kepada para pengikutnya untuk bersiap-siap untuk menjemput kesyahidan.

“Pembicaraan kami dengan pemerintah telah gagal total. Akan ada aksi protes di negara itu pada hari Jumat,” kata Hussain, dalam tweetnya seperti yang dikutip Anadolu Agency, Kamis (1/11/2018).

Baca Juga:

KEBENCIAN TERHADAP ISLAM DORONG MUSLIM AMERIKA TERJUN KE POLITIK

MUJAHIDIN TALIBAN BANTAH TUDUHAN UNAMA

Menurut Hussain, pihak pemerintah yang mengadakan pembicaraan dengan para pengunjuk rasa juga termasuk seorang pejabat senior agen mata-mata utama negara itu, Inter Services Intelligence.

Namun, tidak ada kata resmi mengenai kegagalan perundingan karena liputan TV yang semena-mena tidak menyiarkan protes menyusul perintah pemerintah dalam upaya untuk mendinginkan ketegangan yang meningkat.

Pada hari Kamis, ribuan orang menutup jalan di seluruh Pakistan untuk memprotes Mahkamah Agung atas pembebasan Asia Bibi, yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan distrik pada tahun 2010 karena menghujat Nabi Muhammad.

Pada tahun 2010, Asia Bibi dihukum mati untuk dakwaan menghina Nabi Muhammad dalam sebuah pertengkaran dengan tetangganya.

Dia bersikukuh menyatakan diri tak bersalah. Selama menempuh upaya banding, ia mendekam di penjara dan sebagian besar waktunya dihabiskan di sel isolasi.

Kasus Bibi ini membuat Pakistan terbelah, terlebih sebagian besar warganya memberi dukungan kuat pada undang-undang penodaan agama.