Duniaekspress.com (3/11/2018)- Seorang pemimpin politik dan agama Pakistan yang juga dijuluki sebagai bapak bagi Thaliban, Sami ul Haq telah dibunuh oleh penyerang tak dikenal di kediamannya di kota utara Rawalpindi.

“Maulana Sami ul Haq, 80, ditusuk sampai mati di tempat tidurnya pada hari Jumat,” kata putranya Hamidullah mengatakan kepada saluran televisi lokal ARY melalui telepon.

“Dia sedang beristirahat di kamarnya … Dia sakit, dan penderita penyakit jantung,” kata Hamidullah.

“Penjaganya telah meninggalkan ruangan selama 15 menit, ketika dia kembali dia menemukan tubuh Maulana [Haq] berlumuran darah di tempat tidurnya,” tambahnya.

Baca Juga:

KERJASAMA MILITER TURKI-AMERIKA DI MANBIJ DIMULAI

Saeed ur Rehman Sarwar, seorang pemimpin partai politik JUI-S Haq, juga mengkonfirmasi pembunuhan itu.

“Maulana Sami-ul-Haq telah terbunuh,” katanya.

 

Siapa Sami-ul-Haq?

Dia memimpin pertarungan ideologis yang mengarah pada pembentukan pasukan mujahidin yang pertama kali menyerang invasi Soviet ke Afghanistan, dan kemudian bermetamorfosis menjadi Thaliban Afghanistan.

Haq adalah kepala seminari Darul Uloom Haqqania di kota utara Pakistan, Akora Khattak, almamater dari beberapa pemimpin senior Thaliban Afghanistan, termasuk mantan kepala Mullah Omar dan Mullah Akhtar Mansour.

Dia secara terbuka mendukung Thaliban Afghanistan dalam perjuangannya melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat di Pakistan barat laut Pakistan.

Di Pakistan, Haq dianggap sebagai pemimpin agama sayap kanan garis keras, tetapi partainya ikut proses pemilihan, bukannya mendukung perjuangan bersenjata melawan negara, seperti yang dilakukan oleh Taliban Pakistan.

Baca Juga:

BANGUN PEMUKIMAN DI HEBRON, ISRAEL LAKUKAN PEMBERSIHAN ETNIS

Dia adalah mantan senator, setelah bertugas di majelis tinggi parlemen Pakistan untuk beberapa istilah pada 1980-an dan 1990-an, dan lagi dari 2003 hingga 2009.

Perdana Menteri Imran Khan, di China pada kunjungan kenegaraan, mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan terhadap Haq.

“Dengan kemartiran Maulana Sami-ul-Haq, negara telah kehilangan seorang pemimpin agama dan politik yang penting,” katanya.

Sumber: Al-Jazeera