Motif penembakan Florida belum bisa diungkap police Amerika

Duniaekspress.com. (4/11/2018). — FLORIDA — Kepala Kepolisian Tallahassee, Florida, Amerika Serikat Michael DeLeo mengatakan hingga Sabtu (3/11) pagi, kepolisian belum dapat mengidentifikasi apa motif dari pelaku melakukan penembakan anarkis itu. Pelaku penembakan bernama Scott Paul Beierle (40 tahun) bunuh diri usai melancarkan aksinya pada Jumat (2/11).

“Semua indikasi ini dilakukan oleh satu orang, belum diketahui alasannya. Yang jelas kami sedih dan terkejut sekali dengan kejadian ini,” kata DeLeo dilansir The New York Times, Ahad (4/11).

Seorang pria mendatangi salah satu studio olahraga yoga di Tallahassee, Florida, Amerika Serikat. Ia menembak enam orang di sana, di mana dua di antaranya tewas dan ia menembak dirinya sendiri usai melakukan aksi brutalnya itu.

Selain menembak enam orang, ada beberapa orang yang menjadi korban luka dalam kejadian yang terjadi pada Jumat (2/11) sekitar puku 17.37 waktu setempat itu. “Saat kami tiba di lokasi, kepolisian menemukan beberapa korban sedang merintih akibat luka di tubuh mereka,” ujar DeLeo.

Kepolisian mengatakan, pelaku baru dapat teridentifikasi pada Sabtu (3/12). Untuk dua korban tewas adalah Nancy Van Vessem (61) dan Maura Binkley (21). Selain itu, tiga korban luka masih dirawat di rumah sakit hingga Sabtu, dan dua korban luka lainnya sudah diizinkan pulang.

Berdasarkan sejumlah keterangan saksi yang ada di dalam studio, beberapa orang di dalam studio sempat mencoba melawan pelaku penembakan, sebelum menyelamatkan diri mereka. Seluruh orang yang ada di sana menunjukkan keberanian mereka.

Wali Kota Tallahasse Andrew Gillum sangat mengecam aksi penembakan brutal itu. Ia mengungkapkan kepada masyarakat dan kepolisian yang telah cepat tanggap menangani kasus ini.

“Saya sangat menghargai cepat tanggap aparat salam tangani kasus penembakan yang terjadi di studio olahraga yoga ini,” kata dia.

Salah seorang Komisioner Kota Tallahasse, Scott Madox, mengatakan kelas olahraga selalu dimulai pukul 17.30 waktu setempat, dan belum pernah terjadi kejadian ini sebelumnya. “Ini terparah, mari berdoa (agar tidak terjadi lagi),” kata dia. (RR).

Sumber : The New York Times

Baca juga, AKSI TEROR ALA COWBOY KEMBALI BERAKSI LAGI DI AMERIKA