Duniaekspress.com (5/11/2018)- Irak mengkalim serangan udara mereka di Provinsi kaya minyak, Kirkuk pada hari Ahad (4/11) telah menewaskan setidaknya 25 anggota kelompok ISIS.

“Pasukan koalisi internasional pimpinan AS melakukan serangan udara di provinsi barat laut Kirkuk,” kata Mayor Jenderal Maan al-Saadi.

Dua tempat berlindung para anggota kelompok ISIS bersembunyi juga dihancurkan dalam serangan udara.

Baca Juga:

DOKUMEN SKANDAL ISIS DAN OKNUM MILITER IRAK TERUNGKAP

ISIS KLAIM TANGGUNG JAWAB ATAS SERANGAN BOM DI DIYALA

Serangan hari Ahad terjadi sehari setelah pengeboman yang diduga dilakukan kelompok ISIS yang menargetkan jalur transmisi tegangan tinggi di wilayah Havice di Kirkuk.

Desember lalu, para pejabat di Baghdad menyatakan bahwa kehadiran militer Daesh di Irak telah dibubarkan atas operasi yang didukung oleh Aliansi Internasional yang dipimpin AS.

Namun, dari waktu ke waktu, pejabat Irak mengumumkan operasi terhadap “sel tidur” yang berafiliasi dengan Daesh (ISIS,red) di beberapa bagian negara, termasuk Kirkuk yang kaya minyak.

Akhir bulan lalu, ISIS melaluli media Amaq bertanggung jawab serangan pada hari Selasa (30/10) di provinsi Diyala timur Irak yang menargetkan sekelompok peziarah penganut Syiah.

“Sebuah alat peledak rakitan diledakkan di sisi jalan ketika sekelompok peziarah melewati daerah tersebut dalam perjalanan menuju kuil Syiah di distrik Khanaqin Diyala dekat perbatasan Iran,” kata Kapten Polisi Habib al-Shimmari.

Sumber: Anadolu Agency