Duniaekspress.com (5/11/2018)- Media Turki pada hari Ahad melaporkan, pasukan Israel telah menyerbu kantor milik gubernur Palestina di Yerusalem Tepi Barat yang yang dikuasai penjajah.

“Pasukan Israel menyerbu kantor gubernur di kota al-Ram, timur laut Yerusalem, dan menggeledahnya,” seorang penduduk setempat mengatakan kepada Anadolu Agency.

Lebih lanjur sumber tersebut mengatakan, tentara Israel juga menyerang sejumlah karyawan di dalam kantor.

Menurut sumber medis Palestina, tiga orang menderita sesak nafas sementara yang diakibatkan dari tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel.

Baca Juga:

32 ORANG TERLUKA DALAM AKSI PROTES JUM’AT KE 32

DEKLARASI BALFOUR, FORUM PALESTINA TUNTUT INGGRIS MINTA MAAF

Serangan Israel dengan cepat dikutuk oleh pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara pemerintah Yousef al-Mahmoud menggambarkan serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok dari semua perjanjian dan hukum internasional”.

Juru bicara itu melanjutkan untuk meminta pemerintah Israel bertanggung jawab atas “dampak dari serangan-serangan ini”.

Tidak ada komentar dari tentara Israel tentang laporan itu.

Bulan lalu, polisi Israel menahan Gubernur Adnan Ghaith dan membebaskannya dua hari kemudian.

Baca Juga:

MOTIF PENEMBAKAN FLORIDA BELUM BISA DIUNGKAP POLICE AMERIKA

MUJAHIDIN TALIBAN BERHASIL REBUT MARKAS POLISI DI FARYAB

Sebelumnya pada hari Jum’at (2/11), puluhan warga Palestina lemas akibat kesulitan bernafas saat mereka mengambil bagian pada Jumat ke-32 dari protes “Great March of Return” sekaligus menandai 101 tahun penandatanganan Deklarasi Balfour.

“Tiga puluh dua orang terluka, tujuh orang terluka oleh peluru tajam tentara Isarel, di perbatasan timur Jalur Gaza,” kata Kementerian Kesehatan.

Sumber-sumber setempat mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel menembakkan peluru dan gas air mata ke para pengunjuk rasa yang tidak bersenjata, memaksa ratusan peserta aksi demonstrasi untuk mundur.