Duniaekspress.com (5/11/2018)- Aktivis pematau Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris mengatakan, serangan mengejutkan yang dilakukan milisi Daesh (ISIS, red) menewaskan 12 pasukan Kurdi yang didukung AS di Suriah timur di perbatasan Irak.

“Dua belas anggota pasukan Kurdi dari Pasukan Demokratis Suriah (SDF) tewas dan 20 terluka dalam pemboman mobil bunuh diri dan bentrokan setelahnya di provinsi timur Deir Ezzor,” Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Menurut kepala Observatory Rami Abdel-Rahman, serangan pada hari Ahad “dimulai dengan sebuah bom mobil yang dikendarai oleh seorang penyerang bunuh diri terhadap posisi SDF antara Hajin dan Al-Bahra.”

“Serangan itu memungkinkan Daesh (ISIS) untuk maju ke arah Al-Bahra dari pertikaiannya di sekitar Hajin, dan menyebabkan pasukan Kurdi SDF yang didukung oleh koalisi pimpinan AS mundur ke pertahanan pertama,” kata terangnya.

Baca Juga:

IRAK KLAIM SERANGAN UDARA DI KIRKUK TEWASKAN 25 MILISI ISIS

ISIS BERHASIL PUKUL MUNDUR PASUKAN KURDI

Kelompok aktivis itu mengatakan, sebelumnya 14 warga sipil dan sembilan anggota militan ISIS tewas pada hari Sabtu dalam serangan udara koalisi di Hajin dan kota-kota terdekat Sousa dan Al-Shaafa.

Seorang juru bicara koalisi mengatakan penyerangan itu menargetkan posisi-posisi ISIS.

“Serangan itu menewaskan teroris ISIS dan menghancurkan tiga fasilitas operasional yang penting bagi operasi ISIS,” kata Sean Ryan kepada AFP.

SDF, dengan dukungan serangan udara koalisi, pada bulan September meluncurkan serangan untuk merebut kantong Deir Ezzor termasuk Hajin dari Daesh.

Namun aliansi tersebut mengalami kemunduran besar ketika mereka mundur minggu lalu dari seluruh wilayah pertahanan setelah pemboman bunuh diri ISIS dan badai pasir.

Rabu lalu, Pasukan Kurdi SDF menangguhkan perjuangannya melawan militan setelah pasukan Turki menembaki posisi kelompoknya di Suriah utara.

Koalisi itu memperkirakan 2.000 gerilyawan ISIS tetap berada di wilayah Hajin dekat perbatasan dengan Irak, yang telah memperkuat posisi militer dekat perbatasan Al-Qaim untuk mencegah pecahnya bentrokan.

Sumber: Zamn Wasl