Duniaekspress.com (6/11/2018)- Umat Muslim di kota Agra India tidak lagi dapat melasanakan ibadah di masjid yang terletak di tempat landmark Taj Mahal kecuali pada hari Jumat saja.

Menurut arahan yang dikeluarkan oleh Survei Arkeologi India, umat Islam akan diizinkan untuk melaksanakan ibadah di masjid Taj Mahal hanya pada hari Jumat.

“Keputusan itu diambil sesuai dengan perintah Mahkamah Agung India,” kata Vasant Swarankar, seperti yang dikutip harian lokal Times of India.

“Ibadah hanya bisa dilaksanakan pada hari Jumat dan itu juga, oleh penduduk setempat saja,” terang Swarankar.

Baca Juga:

INDENTIK DENGAN ISLAM, INDIA UBAH NAMA KOTA ALLAHABAD

INDIA DEPORTASI 7 MUSLIM ROHINGYA

Syed Ibrahim Hussain Zaidi, presiden komite manajemen masjid, menyebut keputusan mahkamah itu sebagai langkah anti-Muslim.

“Ini menunjukkan pola pikir mereka. Perintah itu ilegal dan Anda tidak bisa melarang warga untuk salat pada hari-hari lain, ”kata Zaidi kepada Anadolu Agency.

Sebelumnya pada bulan Juli, Mahkamah Agung India telah menolak untuk mengizinkan orang dari luar melaksanakaan ibadah di masjid Taj Mahal, dengan alasan bahwa pelestarian monumen merupakan hal yang terpenting.

Baca Juga:

SULITNYA MENCARI KEADILAN DI GUANTANAMO

TEROR BOM LANDA DISTRIK-DISTRIK SYIAH DI IRAK

Pengadilan telah mengatakan bahwa Taj Mahal adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan orang-orang memiliki beberapa masjid lain untuk ibadah.

Taj Mahal adalah sebuah makam marmer abad ke-16 yang dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan untuk mengenang istrinya. Ribuan orang mengunjungi Agra setiap tahun untuk melihat Taj Mahal yang terkenal.

Masjid di sana tetap ditutup pada hari Jumat untuk masyarakat umum. Penduduk setempat diperbolehkan untuk menawarkan doa di masjid antara tengah hari dan pukul 14:00 pada hari Jumat, setelah menunjukkan bukti identitas.