Rusia Menuduh Pejuang Oposisi Suriah langgar kesepakatan

Duniaekspress.com. (5/11/2018). — Moksow – Kementerian pertahanan Rusia menuduh oposisi Suriah menewaskan empat tentara Suriah sebagai akibat serangan yang dilancarkan di Idlib.

Direktur pusat rekonsiliasi di Humeimim di bawah naungan Kemenhan Rusia, Vladimir Savchenko, Sabtu 3, November 2018, mengatakan bahwa “meskipun rezim menyatakan untuk menghentikan permusuhan, tetapi pelanggaran masih terus berlangsung oleh kekuatan bersenjata yang tak diakui, yang aktif di zona demiliterisasi di Idlib.”

Pernyataan itu muncul sehari setelah sepuluh warga sipil tewas oleh tembakan artileri pasukan Assad di kota Jarzinaz di pedesaan Idlib.

Koresponden portal Enabbaladi melaporkan, Jumat (02/11), bahwa pasukan Assad menargetkan Jarzinaz dengan lebih dari 50 peluru artileri. Gempuran itu diluncurkan di saat warga tengah melaksanakan Shalat Jumat.

Savchenko mengatakan bahwa serangan artileri menghantam kota Ad-Dujaj di pedesaan Idlib dan desa Abu Dalay di provinsi Hama. Sejumlah tentara pemerintah tewas dan lainnya luka-luka akibat serangan oposisi tersebut.

Dia meminta semua pemimpin dari formasi bersenjata yang tidak diakui untuk menghentikan provokasi bersenjata dan meninggalkan zona demiliterisasi demi terciptanya “kedamaian”.

Hai’ah Tahrir Al-Syam, Kamis lalu, mengatakan bahwa pihaknya menyerang sebuah pos militer rezim di wilayah yang termasuk bagian zona demiliterisasi. Kelompok jihadis itu menegaskan bahwa penyergapan itu untuk membalas serangan artileri militer rezim yang berlangsung berhari-hari.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa militer rezim di perbatasan terus menggempur zona demiliterisasi. Alasannya, daerah yang menjadi target dikendalikan oleh kelompok “teroris”, yang menolak kesepakatan Idlib.

Namun serangan itu ternyata juga menargetkan wilayah Jabhah Wathaniyah lit Tahrir, aliansi faksi oposisi pro Turki. Gencatan senjata di zona demiliterisasi tak sepenuhnya terealisasi. (RR).

Sumber : Enabbaladi.net

 

Baca Juga, TIBA DI SOCHI, SEKELOMPOK OPOSISI SURIYAH BALIK SEBELUM TURUN PESAWAT