Duniaekspress.com (5/11/2018)- Kepolisian dan medis Irak melaporkan, ledakan di beberapa distrik mayoritas Syiah di ibukota Irak Ahad malam waktu setempat yang menewaskan enam orang, sebagian besar dari mereka warga sipil, dan melukai beberapa lainnya.

Di daerah bundaran Aden di Baghdad utara, dua warga sipil tewas dan enam lainnya terluka oleh ledakan dekat halte bus, kata sumber-sumber itu kepada AFP.

Sebuah bom di lingkungan Tarmiyah di dekatnya menargetkan konvoi militer, membunuh seorang tentara dan melukai dua lainnya.

Baca Juga:

RUSIA MENUDUH PEJUANG OPOSISI SURIYAH LANGGAR KESEPAKATAN

SERANGAN KEJUTAN ISIS TEWASKAN 12 PASUKAN KURDI

Seorang pegawai pemerintah tewas di daerah barat daya Al-Sahha ketika bahan peledak yang dipasang di bawah mobilnya diledakkan, menurut seorang petugas polisi dan sumber medis.

Di distrik timur Kota Sadr, dua orang tewas dan empat terluka dalam dua ledakan di lingkungan Syiah yang konservatif.

Dan dua ledakan lainnya terjadi di sejumlah bus di bagian lain di timur laut Baghdad, melukai tujuh orang.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas salah satu ledakan itu.

Kota Sadr adalah bekas benteng Tentara Mahdi, yang berperang melawan pasukan AS dan disalahkan atas pembunuhan ribuan Muslim Sunni.

Milisi dipimpin oleh ulama Syiah Moqtada Sadr, yang aliansi politiknya menang dalam pemilihan parlemen tahun ini.

Kekerasan memuncak di Irak selama 2006 dan 2007, ketika ketegangan sektarian mencapai puncaknya.

Tapi itu telah jatuh di Irak dan terutama Baghdad sejak pemerintah menyatakan kemenangan atas kelompok ekstremis ISIS pada bulan Desember.

Operasi Klandestin sel-sel ekstremis tetap di seluruh negeri dan telah melancarkan serangan gerilya terhadap pos-pos pemerintah.