Duniaekspress.com (8/11/2018)- Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi wanita Timur Tengah pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres Amerika Serikat pada masa pertengahan kemarin.

Kedua wanita itu membuat sejarah karena hasil pemilihan yang masuk menunjukkan bahwa pasangan itu telah dipilih untuk masing-masing mewakili distrik ke-13 Michigan dan distrik ke-5 Minnesota. Mereka juga menjadi wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.

Baca Juga:

KEBENCIAN TERHADAP ISLAM DORONG MUSLIM AMERIKA TERJUN KE POLITIK

Kandidat Demokrat Rashida Tlaib adalah seorang Palestina-Amerika yang orang tuanya berasal dari Beit Ur Al-Fauqa, sebelah barat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki dan Beit Hanina, di utara Yerusalem. Keluarganya pindah ke Detroit, di mana Tlaib lahir dan dibesarkan.

Ilhan Omar anggota Partai Democratic Farmer Labor (DFL) yang berafiliasi kepartai Demokrat juga bergabung dengan Tlaib sebagai anggota Kongres Timur Tengah perempuan pertama. Omar lahir di ibukota Somalia, Mogadishu, di mana dia tinggal sampai awal 1990-an ketika keluarganya terpaksa melarikan diri dari perang saudara di negara itu. Dia menghabiskan empat tahun tinggal di sebuah kamp pengungsi di Kenya sampai keluarganya pindah ke AS. Berbicara tidak lama setelah hasil itu selesai, Omar mengatakan pada sebuah ruangan yang penuh sesak:

“Saya berdiri di hadapan Anda malam ini sebagai anggota Kongres, saya wanita pertama yang mewakili negara kami di Kongres, wanita pertama yang mengenakan jilbab untuk mewakili negara kami, pengungsi pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres dan salah satu dari perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres,” kata Omar dalam sambutan pertamanya yang dihadiri para pendukungnya.

Baca Juga:

SERIBU PEMUKUM YAHUDI SERBU NABLUS, 20 ORANG PALESTINA LUKA-LUKA

Kedua wanita itu melaju tanpa perlawanan di distrik mereka setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat musim panas ini dan Partai Republik gagal mengajukan kandidat.

Mereka juga bersuara mendukung satu sama lain, dengan Tlaib menulis kepada Omar di Twitter pada bulan Agustus bahwa: “Saya tidak sabar untuk berjalan ke lantai Kongres Amerika Serikat bergandengan tangan dengan Anda. Sangat bangga denganmu. ”