Duniaekspress.com (9/11/2018)- Ledakan bom mobil di dekat sebuah restoran di Irak utara kota Mosul menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 14 lainnya pada hari Kamis, kata sumber medis di sebuah rumah sakit terdekat mengatakan.

Sebuah outlet media resmi Irak sebelumnya melaporkan insiden keamanan tersebut hanya menewakan dua orang dan melukai sebelas orang lainnya di Mosul Barat.

Baca Juga:

RATUSAN KUBURAN MASSAL DITEMUKAN DI BEKAS DAERAH KEKUASAAN ISIS

TEROR BOM LANDA DISTRIK-DISTRIK SYIAH DI IRAK

Kota, yang direbut kembali dari militan ISIS tahun lalu, telah menjadi lokasi untuk beberapa ledakan bom dalam beberapa bulan terakhir, salah satunya menewaskan enam orang pada bulan Oktober.

Para analis dan pejabat keamanan mengatakan militan telah menyesuaikan taktik serangan mereka sejak pemberontak ISIS berhasil dikalahkan di Irak pada tahun 2017 dan diusir dari wilayah yang telah mereka kendalikan selama bertahun-tahun.

Sejumlah pria bersenjata juga menyerang sasaran polisi dan militer di Irak tengah dan utara.

Baca Juga:

DOKUMEN SKANDAL ISIS DAN OKNUM MILITER IRAK TERUNGKAP

IRAK KLAIM SERANGAN UDARA DI KIRKUK TEWASKAN 25 MILISI ISIS

Sebelumnya diberitakan, sejumlah dokumentasi yang menunjukkan skandal ISIS dengan oknum aparat keamanan di Irak, terungkap ke publik. Ini setelah pengkaji kelompok bersenjata, Hisyam al-Hasyimi dalam akun twitternya mengunggah foto dokumen permintaan ISIS agar aparat keamanan Irak membebaskan tawanan ISIS, Matsna Abd al-Jabbar Ismail.

Dokumen tersebut sekaligus menegaskan bahwa ISIS masih tetap eksis di negara berjuluk ‘negeri seribu satu malam’ itu. Dalam dokumen itu, lembaga yang menamakan diri mereka dengan Lembaga Urusan Tawanan dan Syuhada di wilayah Naynawa itu mengajukan pencairan 5.000 dolar AS sebagai ganti pembebasan Matsna yang ditahan di Penjara Sausah.