Duniaekspress.com (9/11/2018)- Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh pada hari Kamis (8/11) meminta pihak berwenang Mesir untuk menyelidiki penembakan nelayan Palestina oleh pasukan Mesir.

Saksi mata mengatakan bahwa dua kapal militer Mesir dan yang ketiga Israel mengepung perahu nelayan Palestina Mustafa Abu-Audah dekat perbatasan maritim Mesir.

Para saksi mata mengatakan bahwa orang Mesir menembaki dia, membuat dia terluka parah. Dia kemudian dikabarkan meninggal di rumah sakit.

“Kami terkejut bahwa Mustafa dibunuh oleh pasukan Mesir,” kata Haniyeh, seraya menegaskan bahwa Hamas meminta pihak berwenang Mesir untuk membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

Dia mengatakan bahwa pejabat intelijen senior Mesir mengatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti insiden itu dan membalas permintaannya.

Baca Juga:

AKSI INDIVIDU PALESTINA LUKAI DUA PEMUKIM ISRAEL

SERIBU PEMUKUM YAHUDI SERBU NABLUS, 20 ORANG PALESTINA LUKA-LUKA

Selain Hamas, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina dan Komisi Nasional Tertinggi untuk Pawai Kepulangan dan Pembebasan Blokade meminta kepada pihak berwenang Mesir untuk menyelidiki insiden meninggalnya nelayan Palestina Mustafa Haidar Khalil Abu Audah, yang meninggal dunia setelah terkena tembak peluru kapal tentara Mesirdi laut Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza, Rabu (7/11/2018).

Kementerian Dalam Negeri Palestina mengatakan bahwa kapal-kapal angkatan laut Mesir menembaki sebuah perahu nelayan Palestina di perbatasan selatan Jalur Gaza. Peristiwa ini menewaskan seorang nelayan Palestina Abu Audah (32 tahun). Kementerian Dalam Negeri meminta pihak berwenang Mesir untuk menyelidiki insiden itu dan mencari tahu apa yang terjadi.

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengkonfirmasi bahwa nelayan Palestina bernama Mustafa Haidar Khalil Abu Audah, berusia 32 tahun, meninggal dunia di Laut Rafah. [MEMO/PIP]