Duniaekspress.com (10/11/2018)- Sedikitnya 20 orang telah tewas dan 17 orang terluka dalam ledakan yang diikuti oleh tembakan senjata berat di ibukota Somalia, Mogadishu.

Kepolisian Mogadishu mengatakan, asap mengepul ke udara pada hari Jumat (9/11) akibat dua bom mobil meledak di dekat Hotel Sahafi yang terkenal dan Departemen Investigasi Kriminal (CID).

“Dua ledakan menghantam perimeter Hotel Sahafi di sepanjang jalan utama,” kata Ibrahim Mohamed, seorang anggota kepolisian, seperti dikutip pada laman situs AFP.

“Ledakan ketiga kemudian menghantam jalan yang sibuk,” menurut saksi.

Baca Juga:

MUJAHIDIN TALIBAN SASAR BASIS SYI’AH DI AFGHANISTAN DALAM MEMPERLUAS KONTROLNYA

ISRAEL TEMBAKI SEKELOMPOK PEMUDA DI KAMP MAGAZI

“Meskipun para penyerang gagal mengakses hotel, ledakan di luar hotel menewaskan banyak orang”, kata Mohamed Hussein, kapten polisi, mengatakan kepada kantor berita Associated Press.

“Beberapa korban terbakar tak bisa dikenali ketika satu bom mobil meledak di samping sebuah minibus, kata polisi.

“Saya telah mengevakuasi banyak mayat dari mobil-mobil itu,” kata Mohamed Aden, saksi serangan itu, kepada Al Jazeera di Mogadishu.

“Jumlah korban tidak diketahui karena mayat masih ditarik dari mobil yang terbakar”. tambahnya.

“Jalan itu penuh sesak dengan orang-orang dan mobil, mayat ada di mana-mana,” kata Hussein Nur, seorang pemilik toko yang menderita luka pecahan peluru ringan di tangan kanannya.

“Tembakan membunuh beberapa orang juga.”

Kapten polisi lainnya, Mohamed Ahmed, dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan 22 warga sipil tewas, bersama dengan enam dari penyerang.

“Jadi, total, 28 orang meninggal,” kata Ahmed.

Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menurut stasiun radio Adalus.

Kelompok pejuang bersenjata ini telah sering melakukan serangan di ibukota Somalia dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional di negara itu.

Sumber: Al Jazeera