Duniaekspress.com (10/11/2018)- Satu orang gugur dan puluhan lainnya terluka, disebabkan tindakan brutal pasukan Israel dalam merespon demonstrasi damai yang populer disebut aksi pawai kepulangan akbar di Gaza Timur.

Kementerian kesehatan Gaza menginformasikan gugurnya Romi Wael Ishaq Qahman (28) di RS Gaza Eropa, akibat luka yang dideritanya di Timur Rafah, pada Jumat sore.

Koresponden Pusat Informasi Palestina mengabarkan, pasukan Israel menembaki para demonstran di Gaza Timur, menggunakan gas air mata dan peluru tajam, yang menyebabkan sejumlah demonstran terluka.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAKI SEKELOMPOK PEMUDA DI KAMP MAGAZI

HAMAS MINTA MESIR SELIDIKI KASUS PENEMBAKAN NELAYAN PALESTINA

Kementerian kesehatan menyatakan, jumlah korban luka tembak mencapai 37 orang, di samping korban yang mengalami gangguan pernapasan akibat tembakan gas air mata.

Sementara itu pihak Sabit Merah menginformasikan, jumlah korban luka yang dirawat timnya di Gaza mencapai 144 orang.

Menurut sumber di lapagan, dubes Qatar Muhammad Amadi, hadir mengunjungi kemah kepulangan di Gaza Timur, beliau diplomat Arab pertama yang mengunjungi aksi rakyat di Gaza Timur.

Para demonstran berdatangan hadir pada Jumat sore, ke kemah kepulangan di Gaza Timur, untuk berpartisipasi aktif dalam aksi Jumat ke 33 pawai kepulangan akbar.

Menurut koresponden PIP, para demonstran berdatangan ke kemah kepulangan untuk menghadiri aksi Jumat “Pawai Berlanjut”, sebagai penegasan keberlanjutan aksi sampai mencapai semua tujuan yang direncanakan.

Komite nasional pawai kepulangan menyerukan kepada segenap warga Palestina di Gaza untuk hadir dalam aksi di sejumlah kemah kepulangan di Gaza Timur.

Baca Juga:

INTOLERANSI DAN KEKERASAN TERHADAP MINORITAS MENINGKAT DI JERMAN

ISIS KLAIM SERANGAN PISAU DI KOTA MELBOURNE

Pekan lalu, komite menyatakan, fase mendatang pawai akan lebih kuat dengan kehadiran massa dalam jumlah banyak dan komitmen pada tujuan dan konstitusi Palestina.

Pawai berlanjut mencapai tujuan berupa pencabutan blokade dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina di Gaza, sebagai tema dari perjuangan ini, sebagai strategi meraih hak kepulangan dan kemerdekaan.

Tujuan tersebut tak akan tercapai tanpa keberlanjutan perlawanan dan Intifadah di semua kota, desa dan jalan-jalan Palestina, untuk menggoncang sendi-sendi penjajah zionis, ungkap komite.

Pawai kepulangan diluncurkan pada 30 Maret lalu, di kawasan Timur Gaza, dihadiri ribuan warga setiap pekannya, menuntut hak kepulangan pengungsi dan pencabutan blokade Gaza yang telah berlangsung sejak 12 tahun.

Jumlah korban meninggal dalam aksi akibat represif Israel mencapai 230 orang, dan korban luka mencapai 24 ribu orang lebih.