Duniaekspress.com (12/11/2018)- Ribuan warga Suriah yang tinggal di kota-kota perbatasan tenggara Turki memprotes organisasi teroris YPG / PKK pada hari Ahad (11/11) dan meminta Turki dan FSA untuk melakukan tindakan militer terhdap kelompok tersebut.

Hampir 3.000 warga Suriah, yang melarikan diri dari perang saudara di tanah air mereka, berkumpul di bawah pengamanan ketat di distrik Akcakale, provinsi Sanliurfa di sepanjang perbatasan Suriah.

Kelompok demonstran tersebut meminta Turki untuk meluncurkan operasi kontra-teror melawan YPG / PKK timur Eufrat untuk membebaskan kota Suriah Tal Abyad.

Baca Juga:

SERANGAN PENGECUT ISRAEL TEWASKAN 5 ORANG PALESTINA

DUKUNGAN BINTANG HOLLYWOOD UNTUK ISRAEL TUAI KECAMAN

Aliya al-Nasir, salah satu orang Suriah yang berbicara atas nama kerumunan, mengatakan kekejaman yang dilakukan oleh kelompok teror itu tidak dapat diterima.

“Kami meminta militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) untuk meluncurkan operasi timur Sungai Eufrat untuk membebaskan provinsi, distrik dan desa kami dari pendudukan [YPG/PKK],” kata al-Nasir, seperti dikutip Anadolu Agency, Ahad (11/11/2018).

“Setelah operasi Euphrates Shield dan Olive Branch, para teroris melarikan diri dari daerah itu dan penduduk dengan selamat kembali ke pemukiman mereka sendiri,” lanjutnya.

“Operasi itu baru dapat membawa kedamaian dan keamanan di Tal Abyad,” tambahnya.

Pasukan Turki didukung oleh FSA membebaskan wilayah besar Suriah barat laut selama Operasi Eufrat Perisai pada tahun 2016, sementara Operasi Cabang Zaiytun memberikan pukulan berat kepada teroris YPG / PKK dan Daesh yang membebaskan wilayah Afrin Suriah pada awal 2018 .

Kelompok itu meneriakkan slogan-slogan memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan FSA, sambil berteriak melawan para pendukung teror.

Baca Juga:

SERANGAN KEJUTAN ISIS TEWASKAN 12 PASUKAN KURDI

TURKI DAN AMERIKA SEPAKAT YPG KELUAR DARI MANBIJ

Al-Nasir juga meminta pemerintah AS untuk berhenti mendukung teroris PYD / YPG / PKK.

“Biarkan Suriah hidup dalam kesatuan dan bebas,” tegasnya.

Turki telah lama memprotes dukungan AS untuk PYD / YPG / PKK sementara Washington melihatnya sebagai “sekutu yang dapat diandalkan” dalam perjuangannya melawan Daesh di Suriah.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak. YPG adalah cabang Suriah.